TEORI –TEORI LINGUISTIK (SRIDZURRIYAANI/105104030)

TEORI –TEORI LINGUISTIK

CONTOH :

ANI:  KAMU DARI MANA TADI ?

NIA : DARIKA KAMPUS KAK.

ANI : SUDAH MEKO MAKAN ?

NIA : BELUMPI KAK.

ANI : ADA ITU TAHU MU GORENG DI DALAM, KARENA SAYA TADI MAKAN DILUAR KA.

NIA: YANG MANA KAK?

ANI : ITU YANG DEKTAR NYA MEJA, SEBELAH KANAN , KANTONGAN PUTIH

NIA: OH IYYA KAK.SAYA SUDAH LIHATMI.

ANI : KAMU TAHU JI KAH. KALAU ITU KEMARIN PAK HUSAIN , YANG KEMARIN PINJAM MOTOR MU, MENINGGALKI TADI SIANG,

NIA : INNAILAHI WAINNAILAHI RAJIUN, MASA KAK NIA?? JADI KAPAN DI MAKAMKAN  KII??

ANI : BESOKPI, …. MAKAN MEKO DULU, MAUKA SAYA PERGI

Kajian Teori Ferdinand De saussure

Ferdinsnd de saussure (1858-1913) adalah seorang lingustik swiss yang sering disebut –sebut Bapak atau pelopor Lingustik Moderen. Bukunya yang terkenal Course de linguistique (1916) diterbitkan oleh murid-muridnya, bally dan schehaye, berdasarkan catatan kulih, setelah beliau meninggal. De Saussure disebut sebagai “bapak Lingustik Moderen” karena pandangan pandangannya yang baru mengenai studi bahasa yang dimuat dalam bukunya itu. Pandangan pandangannya itu anatara lain menegai :

1)    Telaah sinkronik dan diakronik dalam studi bahasa

2)    Perbedaan langue dan parole.

3)    Perbedaan singnifianx dan signifie, sebagai pembentuk signe lingustique,

4)    Hubungan sintagmatik dan hubungan asosiatif atau paradigmatik

De saussure membedakan anatara parole,langue dan langage. Ketiganya bisa dipandang dengan kata “bahasa” dalam bahasa indonesia, tetapi dengan pengertian yang sangat berbeda.

Parole  adalah bahasa yang konkret yang dikelurkan dari mulut seorang pembicara . jadi sifatnya yang konkret itu maka parole itu bisa didengar , tidak bisa ditelitih, hanya diucapkan tidak ada tanda dalam pikiran , hanya sebatas bunyi.

Contoh : “    ANI : ADA ITU TAHU MU GORENG DI DALAM, KARENA SAYA TADI MAKAN DILUAR KA.

NIA: YANG MANA KAK?”

Ini merupkan parole, karena nia tidak tahu dimana tahu itu berada, dan belum memahaminya, haya sekedar bunyi saja.

Langue adalah bahasa tertentu  sebagai satu sistem tertentu seperti bahasa inggris atau bahasa jawa menggunakan istilah bahasa .  jadi, sifatnya abstrak ; hanya ada dalam otak penutur bahasa yang bersangkutan. Bisa diteliti kalau sudah melalui parole. Tanda-tanda dalam pikiran sudah diketahui.

Contoh : “  ANI : ITU YANG DEKTAR NYA MEJA, SEBELAH KANAN , KANTONGAN PUTIH

Ini merupakan langue karen sudah ada tanda0tanda dalam pikiran dimana tinggal atau berada tahu tersebut.

Langage adalah bahasa pada umumnya sebagai alat interaksi manusia seperti tamapak dalam kalialamt. “ manusia penya bahasa , binatang tidak” . jadi, langage ini juga bersifat abstrak.artinya sudah dipahami.

Contoh : “  NIA: OH IYYA KAK.SAYA SUDAH LIHATMI.”

Ini merupakan langage karena nia sudah menegrti apa yang ada dalam pikiran ani.

Menurut De Saussure lingustik murni mengkaji langue, bukan parole maupun langage. Teori lingustik De saussure tidak mengikut sertakan parole. Alasan de saussure mengkaji languge adalah sebagai berikut :

  1. Langue bersifat sosial sedangkan parole bersifat individual. Kedua sifat ini saling bertentangan . languge berada di dalam otak. Belajar langue bersifat sosial dalam pengertrian sinkronik, sedangkan parole bersifat idiosinkronik karena ditentukan secara berpasangan.
  2. Langue itu bersifat abstrak dan tersembunyi di dalam ot5ak sedangkan parole selalu bergantuk pada kemauan dan bersifat intelektual.
  3. Langue adalah pasif sedangkan parole adalah aktif.

2. Teori leonard Bloomfield

leonard Bloomfield (1887-1949) seorang tokoh lingustik Amerika , sebelum mengikuti aliran behaviorisme dan waston dan weisse, adalah seorang penganur paham mentalisme yang sejalan degan teori psikoligi Wundt. Kemudian beliau menetang mentalisme dan mengikuti liran pikiran atau behaviorisme. Hal ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan lingustik amerika. Terutama disekolah lingusrik yale yang didirikan menurut ajarannya. Bloomfield meneragkan makna (semantik) dengan rumus-rumus behaviorusme.

Menurut bloomfield bahasa merupakan sekumpulan ujaran yang muncul dalam suatu masyarakat tutur . ujaran inilah yang harus dikaji untuk mengetahui bagian-bagaiannya. Lalu, bagi Bloomfield bahasa adalah sekumpulan data yang mungkin muncul dalam suatu masyarakat. Ddata ini merupakan ujaran-ujaran yang terdiri dari potongan –potongan perilaku tabiat yang disususn secara lineer.

Teori lingustil leonard Bloomfield didasarkan pada andaian-andaian dan definisi0def

Inisi karena kita tidak mungkin mendengar semua ujaran di dalam suatu masyrakat tutur. Jadi, tidak mungkin kita dapat menunjukkan bahwa pola-pola yang kita temui dalam beberapa bahsa berlaku juga pada bahsa- bahasa lain. Ini harus diterima sebagai satu andaian. Kita tidak mungkin menunjukkan bahwa lambang-lambang ujaran dihubungkan dengan makna karena tidak mungkin mengenal satu perssatu makna itu dalam data.

Menurut leonard Bloomfield bahasa itu terdiri dari sejumlah isyarat atau tanda berupa unsur-unsur vokalt (bunyi) yang dinamakan bentuk-bentik linguistik. Setiap bentuk adalah sebuah kesatuan isyarat yang dibentuk oleh fonem-fonem .

Contoh :

Tahu adalah bentuk ujaran

Ditahu adalah bentuk ujaran

Di  adalah bentuk bukan ujatan

Jadi setiap ujaran adalah bentuk , tetapi tidak semua bentuk adalh ujaran.

3. Teori John Rupert Firth

Menurut Firth dalam kajian linguistik yang paling penting adalah konteks. Dalam teori Firth ada konteks fonologi, morfologi, leksikon, dan situasi. Bahasa adalah susunan dari konteks-konteks ini. Tiap-tiap konteks mempunyai peranan sebagai lingkungan untuk unsur-unsur atau unit-unit tiap tingkat bahasa itu. Susunan dari konteks-konteks ini membentuk satu keseluruhan dari kegiatan-kegiatan yang penuh arti. Maksudnya, tiap-tiap unsur pada tiap tingkatan mempunyai arti yang dapat dibedakan dan dianalisis.

Menurut Firth struktur bahasa itu terdiri dari lima tingkatan yaitu tingkatan fonetik, leksikon, morfologi, sintaksis, dan semantik. Yang menjadi unsur dalam tingkatan fonetik adalah fonem, yang menjadi unsur dalam tingkatan morfologi adalah morfem, yang menjadi unsur dalam tingkatan sintaksis adalah kategori-kategori sintaksis; dan yang menjadi unsur dalam tingkatan semantik adalah kategori-kategori semantik. Firth lebih memusatkan perhatian pada tingkatan fonetik dan tingkatan semantik. Sedangkan tingkatan lain kurang diperhatikan.

arti tiap kalimat terdiri dari lima dimensi, yaitu berikut ini.

l. Hubungan tiap fonem dengan konteks fonetiknya (hubungan fonem satu sama lain dalam kata).

2. Hubungan kata-kata satu sama lain dalam kalimat.

3.  Hubungan morfem pada satu kata dengan morfem yang sama pada kata lain, clan hubungannya dengan kata itu.

4. Jenis kalimat clan bagaimana kalimat itu digolongkan.

5. Hubungan kalimat dengan konteks situasi.

Contoh :

ANI : ADA ITU TAHU MU GORENG DI DALAM, KARENA SAYA TADI MAKAN DILUAR KA.

NIA: YANG MANA KAK?

ANI : ITU YANG DEKTAR NYA MEJA, SEBELAH KANAN , KANTONGAN PUTIH

NIA: OH IYYA KAK.SAYA SUDAH LIHATMI.

Maksud dari percakapan di atas adalah, kata tahu  dalam bahasa indonesia memiliki banyak arti dan makna . kata  tahu  disini maksudnya belum jelas, karena tahu  bisa diartikan mengerti , memahami, atau makanan. Setelah kita masukkan dalam konteksnya kata tahu  ternyata memiliki arti makanan yang menganduk protein. ADA ITU TAHU MU GORENG DI DALAM. Tetapi kalau kita masukkan dalam konteks yang lain, maka bisa berarti mengetahui, diketahui.

Jadi makna atau arti belum bisa diteliti kalau belum dimasukkan dalam konteksnya. Arti itu bisa kita mengerti karena adanya makna.

About these ads

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s