Tugas V Psikolinguistik “GANGGUAN BERBAHASA”

EVA ROSALIA

105104019

A/PENDIDIKAN

 

GANGGUAN BERBAHASA

  1. 1.      GANGGUAN BERPIKIR

Dalam memilih dan menggunakan unsur leksikal, sintaksis, dan semantk tertent seseorang menyiratkan afeksi dan nilai pribadinya pada kata-kata dan kalimat-kalimat yang dibuatnya. Hal ini berarti, setiap orang memproyeksikan kepribadian pada gaya bahasanya.

Pikun:

Nurtang 40 tahun, seorang ibu rumah tangga pernah mengalami stroke pada umur 30 tahun. Setelah melewati bebrapa proses pengobatan beliau dapat sembuh dari stroke, dan berbicara dan berbahasa dengan lancar, tapi dia Pikun. Ketika dia diajak berbica semuanya dapat dia tangkap dengan baik. Contoh: Dia sedang  berbicara dengan seseorang namun dalam pembicaraan tersebut dia selalu mengulangi perkataan yang berulang-ulang, contoh lain, dia mencari kapaknya padahal tadi baru-baru dia pinjamkan kepada tetangganya. Dia pikun akibat pernah mengalami stoke.

  1. 2.      GANGGUAN BERBAHASA

Afasia motorik transkortikal, terjadi karena terganggunya hubungan antara daerah Broca dan Wernicke. Ini berarti, hubungan langsung antara pengertian dan ekspresi bahasa terganggu.

Ali 13 tahun, seorang anak yang mengalami kesulitan dalam berbahasa. Karena pada umur 5 tahun pernah mengalami kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan kepala bagian kirinya terbentur pada aspal. Saat ini Ali tidak menempuh pendidikan karena Ali sangat susah beradaptasi dengan teman-temannya dia sepuluh langkah lebih lambat dibandingkan teman-temannya yang ber-IQ minim. Contoh: pernah ketika dia kelas 1 SD seorang gurunya bertanya pada pelajaran bahasa Indonesia “Ali ini apa namanya?” ali menjawab “itu…..itu……dipakai menggaris”, dia menjawab demikian karena dia tidak mampu mengeluarkan perkataan itu. Jenis afasia ini yaitu sering juga disebut dengan afasia nominatif.

  1. 3.      GANGGUAN BERBICARA

 

Mekanisme berbicara adalah suatau proses produks ucapan oleh kegiatan terpada dari pita suara, lidah, otot-otot yang membentuk rongga mulut serta kerongkongan, dan paru-paru.

Nursakiah 25 tahun seorang sarjana muda dan mengajar di salah satu perguruan tinggi swasta di Makassar. Dia sering mengalami kesulitan berbicara atau gangguan berbicara ketika dia sedang sariawan sebab dia selalu berusaha untuk tidak tersentuh bagian yang luka tersebut sehingga fonem-fonem yang dia keluarkan tidak jelas. Kadang dia berbicara “air minum” tapi kedengarannya yaitu “ai inu” gangguan berbicara ini disebut gangguan akibat faktor lingual.

About these ads

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s