Nurul Lestari Putri (105104024)

pengertian psikolinguistik menurut para ahli :

  1. Aitchison (Dardjowidojo, 2003: 7) berpendapat bahwa psikolinguistik adalah studi tentang bahasa dan minda.
  2. Hartley: Psikolinguistik membahas hubungan bahasa dengan otak dalam memproses dan mengkomunikasikan ujaran dan dalam akuisisi bahasa.
  3. Carles Osgood dan Thomas Sabeok: Psikolinguistik secara langsung berhubungan dengan proses kode dan mengkode seperti orang berkomukasi.
  4. Robert Lado : psikolinguistik adalah gabungan melalui psikologi dan linguistik.
    Bagaimana telaah atau studi pengetahuan bahasa, bahasa dalam pemakaian , dan perubahan bahasa. Menurut Lado psikologi hanya merupakan pendekatan.
    Pendekatan untuk menelaah pengetahuan bahasa, pemakaian bahasa dan perubahan bahasa.
    • Pengetahuan bahasa bersangkut paut dengan masalah kognitif
    • Pemakaian bahasa berkaitan dengan praktek pengetahuan bahasa (apa yang diketahui dikemukakan dalam pemakaian bahasa).
    • Peruabahan bahasa menyangkut akuisisi bahasa dan tahap perkembanganya terutama ketika manusia masih kecil/kanak.
  5. Emon Back : Psikolinguistik adalah ilmu yang meneliti bagaimana sebenarnya pembicara membentuk dan membangun suatu atau mengerti kalimat tersebut.
    Hal ini mengacu pada domain kognitif, yakni bagaimana bahasa berproses dalam otak kita. Bahasa yang diwujudkan dalam kalimat dihasilkan oleh pebicara yang kemudian diusahakan untuk dimengerti oleh pendengar.
  6. (Chaer, 2003: 5) mengemukakan bahwa psikolinguistik mencoba menguraikan proses-proses psikologi yang berlangsung jika seseorang mengucapkan kalimat-kalimat yang didengarnya pada waktu berkomunikasi dan bagaimana kemampuan bahasa diperoleh manusia kemudian, Secara lebih rinci Chaer (2003: 6)  berpendapat bahwa  psikolinguistik mencoba menerangkan hakikat struktur bahasa, dan bagaimana struktur itu diperoleh, digunakan pada waktu bertutur, dan pada waktu memahami kalimat-kalimat dalam pertuturan itu.

yang mana lebih dahulu bahasa atau berfikir?

menurut saya, berfikir dulu sebelum berbahasa, karena dengan berfikir seseorang akan berbahasa sesuai dengan kaidah kesantunan, dan moralitas.

teori pendukung:

Dalam penggunaan bahasa terjadi proses mengubah pikiran menjadi kode dan mengubah kode menjadi pikiran. Dalam hubungan ini Osgood dan Sebeok (Pateda: 1990) menyatakan pscholinguistics deals directly with the processes of encoding and decoding as they relate states of communicators ‘psikolinguistik secara langsung berhubungan dengan proses-proses mengkode dan mengerti kode seperti pesan yang disampaikan oleh orang yang berkomunikasi’.

Ujaran merupakan sintesis dari proses pengubahan konsep menjadi kode, sedangkan pemahaman pesan merupakan rekognisi sebagai hasil analisis. Karena itu,  Lyons berpendapat bahwa tentang psikolinguistik dengan menyatakan bahwa psikolinguistik adalah telaah mengenai produksi (sintesis) dan rekognisi (analisis).

Langacker : Berpikir adalah aktivitas mental manusia. Aktivitas mental akan berlangsung apabila ada stimulus, artinya ada sesuatu yang menyebabkan manusia untuk berpikir. Memang ada saja yang dipikirkan manusia. Bahasa digunakan untuk mengoperasikan hasil pemikiran manusia. dalam hubungan ini bahasa dapat dilihat dari dua hal yakni :
1) sebagai aktivitas jiwa;
2) bahasa sebagai aktvitas otak

1) Teori akuisisi bahasa yang behavioristik atau kaum empiris/ antimentalistik/ makanis: tidak ada struktur linguistik yang dibawa sejak lahir. Anak lahir dianggap kosong dari bahasa. Lingkunganlah yang akan membentuk yang perlahan-lahan dikondisi oleh lingkungan dan pengukuhan terhadap tingkah lakunya. pengetahuan dan ketrampilan berbahasa diperoleh melalui pengalaman dan proses belajar.
2) Teori akuisisi bahasa yang mentalistik /nativis / rasionalis : Seorang anak sejak lahir telah membawa sejumlah kapasitas atau potensi bahasa yang akan berkembang sesuai dengan proses kematangan intelektualnyaatau disebut LAD (Language Acquisition Device).kelangkapan berbahasa ini berisis sejumlah hipotesis bawaan.
3) Teori akuisisi bahasa yang kognitiftik : aspek pengetahuan dan pegalaman
Teori kognitif menekankan hasil kerja menta, hasil pekerjaan yang nonbehaviristik
Proses Akuisisi Bahasa
Telah ada keyakinan antara sesame ahli psikolinguistik bahwa akuisisi bahasa bersifat dinamis: berlangsung dari tahap yang satu ke tahap yang lain.
dalam tahap perkembangan akuisisi ini terjaadi :
• perubahan yang terjadi dengan struktur kata
• perkembanagan ditentukan oleh interaksi personal, berfungsinya saraf secara baik dan proses kognitif
• bahwa dalam akuisisi bahasa terjadi proses pemilihan kata-kata dan struktur yang tidak dimiliki oleh anak
• bahwa teori yang digunakan bersifat umum : akuisisi bahasa dipengaruhi oleh penggunaan bahasa sekitar. DKL: akuisisi bahasa tergantung pada lingkungan bahasa anak.
Reaksi pertama yang dilakukan oleh anak yang baru lahir : menangis
Tidak seorangpun bayi yang lahir segera mengucapkan kalimat:
Misalnya : wah, saya baru lahir tangisan pertama tidur
• menangis panas, dingin, lapar, basah,dll.
• menghafal bau badan orang yang selalu dekat dengannya Perkembangan Akuisisi Bahasa Akuisisi bahasa berkembang melalui fase-fase tertentu. Kriteria yang yang digunakan adalah gejala yang dilihat pada perkembangan anak itu sendiri. Perkembangan akuisisi bahasa.

SELESAI

One thought on “Nurul Lestari Putri (105104024)

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s