Rasdiana Razak (105104022)

  1. Pengertian Psikolinguistik menurut beberapa ahli

a)      Harley (Dardjowidjojo, 2003: 7) berpendapat bahwa psikolinguistik adalah studi tentang proses mental-mental dalam pemakaian bahasa. Sebelum menggunakan bahasa, seorang pemakai bahasa terlebih dahulu memperoleh bahasa.

b)      Kridalaksana (1982: 140) berpendapat bahwa psikolinguistik adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara bahasa dengan perilaku dan akal budi manusia serta kemampuan berbahasa dapat diperoleh. Dalam proses berbahasa terjadi proses memahami dan menghasilkan ujaran, berupa kalimat-kalimat.

c)      Emmon Bach (Tarigan, 1985: 3) mengemukakan bahwa Psikolinguistik adalah suatu ilmu yang meneliti bagaimana sebenarnya para pembicara/pemakai bahasa membentuk/membangun kalimat-kalimat tersebut.

d)     Slobin (Chaer, 2003: 5) mengemukakan bahwa Psikolinguistik mencoba menguraikan proses-proses psikologi yang berlangsung jika seseorang mengucapkan kalimat-kalimat yang didengarnya pada waktu berkomunikasi dan bagaiman kemampuan bahasa diperoleh manusia.

e)      Chaer (2003: 6) berpendapat bahwa psikolinguistik mencoba menerangkan hakikat struktur bahasa, dan bagaimana struktur itu diperoleh, digunakan pada waktu bertutur, dan pada waktu memahami kalimat-kalimat dalam pertuturan tersebut. Pada hakikatnya dalam kegiatan berkomunikasi terjadi proses memproduksi dan memahami ujaran.

f)       Garnham (Musfiroh, 2002: 1) mengemukakan bahwa Psikolinguistik adalah studi tentang mekanisme mental yang terjadi pada orang yang menggunakan bahasa, baik pada saat memproduksi atau memahami ujaran.

  1. Mana yang lebih dahulu, berpikir dulu kemudian berbahasa atau berbahasa dahulu baru berpikir? Kemukakan alasan Anda disertai sebuah landasan teori dari para ahli!

Jawab: Menurut saya, berpikir dulu kemudian berbahasa. Seperti yang pernah dijelaskan pada perkuliahan beberapa hari yang lalu bahwa bahasa sebenarnya berada pada otak manusia yang diungkapkan melalui mulut (melisankannya). Ketika kita berpikir dengan baik, maka apa yang kita ucapkan dengan bahasa akan berbobot maknanya dan akan memudahkan pendengar mamahami hal yang kita sampaikan. Hal tersebut dapat pula kita lihat pada teori Jean Piaget tentang bahasa dan pikiran. Piaget berpendapat bahwa pikiranlah yang membentuk bahasa. Tanpa pikiran, bahasa tidak akan nada. Pikiranlah yang menetukan aspek-aspek sintaksis dan leksikon bahasa: bukan sebaliknya. Lebih lanjut, Piaget menegaskan bahwa kegiatan intelek (pemikiran) sebenarnya adalah aksi dan perilaku yang telah dinuranikan dan dalam kegiatan-kegiatan sensomotor termasuk juga perilaku manusia.

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s