Kasmawati (105104029)

  1. 1.      Pengertian Psikolinguistik
  • Kridalaksana (1982: 140) menyatakan bahwa psikolinguistik adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara bahasa dengan perilaku dan akal budi manusia serta kemampuan berbahasa dapat diperoleh.
  • Slobin (Chaer, 2003: 5) mengemukakan bahwa psikolinguistik mencoba menguraikan proses-proses psikolinguistikyang berlangsung jika seseorang mengucapkan kalimat-kalimat yang didengarnya pada waktu berkomunikasi dan bagaimana kemampuan bahasa diperoleh oleh manusia.
  • Garnham (Musfiroh, 2002: 1) mengemukakan Psycolinguistiks is the study of a mental mechanisms that nake it possible for people to use language. It is a scientific discipline whose goal is a coherent theory of the way in which language is produce and understood ‘psikolinguistik adalah studi tentang mekanisme mental yang terjadi pada orang yang menggunakan bahasa, baik pada saat memproduksi atau memahami ujaran’.
  • Chaer (2003: 6) berpendapat bahwa psikolinguistik mencoba menerangkan hakikat struktur bahasa, dan bagaimana struktur itu diperoleh, digunakan pada waktu bertutur, dan pada waktu memahami kalimat-kalimat dalam pertuturan itu.
  • Yudibrata, Andoyo Sastromiharjo, Kholid A. Harras (1997/1998: 9) menyatakan bahwa psikolinguistik meliputi pemerolehan atau akuasisi bahasa, hubungan bahasa dengan otak, pengaruh pemerolehan bahasa dan penguasaan bahasa terhadap kecerdasan berpikir, hubungan encoding (proses mengkode) dengan decoding (penafsiran/pemaknaan kode), hubungan antara pengetahuan bahasa debgan pemakaian bahasa dan perubahan bahasa.
  1. 2.      Yang Manakah Lebih Dulu Berbahasa atau Berpikir?

Menurut pendapat saya, bahasalah yang lebih utama karena kita tidak akan tahu adanya pikiran kalau kita tidak punya bahasa, dan kita tidak dapat melihat ataupun mendengar bahwa ada orang yang sedang berbahasa tanpa kita tahu bahwa apakah dia sedang berpikir.

Menurut Piaget, sarjana prancis, berpendapat bahwa justru pikiranlah yang membentuk bahasa. Tanpa pikiran bahasa tidak akan ada. Pikiranlah yang menentukan aspek-aspek sintaksis dan leksikon bahasa, bukan sebaliknya. Piaget yang mengembangkan teori pertumbuhan kognisi menyatakan jika seorang anak-anak dapat menggolongkan sekumpulan benda-benda tersebut, maka perkembangan kognisi dapat diterangkan telah terjadi sebelum dia dapat bahasa

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s