Tugas 1 Psikolinguistik

A.   Pengertian Psikolinguistik oleh Beberapa Pakar:

  1. Robert Lado, seorang ahli dalam bidang pengajaran bahasa mengatakan bahwa “psikolinguistik adalah  pendekatan gabungan melalui psikologi dan linguistik bagi telaah atau studi pengetahuan bahasa, bahasa dalam pemakaian, perubahan bahasa, dan hal-hal yang ada kaitannya dengan itu yang tidak begitu mudah dicapai atau didekati melalui salah satu dari kedua ilmu tersebut secara terpisah atau sendiri-sendiri”. (Lado, 1976:220).
  2. Emmon Bach dengan singkat dan tegas mengutarakan bahwa “psikolinguistik adalah suatu ilmu yang meneliti bagaimana sebenarnya para pembicara/pemakai sesuatu bahasa membentuk/membangun atau mengerti kalimat-kalimat bahasa tersebut”. (Bach, 1964:64).
  3. Menurut Ronald W. Langacker “psikolinguistik adalah studi atau telaah mengenai behavior atau perilaku linguistik yaitu performansi atau perbuatan dan perlengkapan atau aparat psikologis yang bertanggung jawab atasnya”. (Langacker, 1968:6).
  4. John Lyons berpendapat bahwa “psikolinguistik adalah telaah mengenai produksi (sintesis) dan rekognisi (analisis)”. (Lyons, 1968:160).
  5. Lila R. Gleitman mengemukakan bahwa “psikolinguistik adalah telaah mengenai perkembangan bahasa pada anak-anak; suatu introduksi teori linguistik ke dalam masalah-masalah psikologis”. (Palmatier, 1972: 140).
  6. Carles Osgood dan Thomas Sabeok mengatakan “psikolinguistik secara langsung berhubungan dengan proses kode dan mengkode seperti orang berkomukasi”.
  7. Diebolt yang dikutip oleh Slama mengatakan psikolinguistik dalam pengertian luas membicarakan hubungan antara psean dengan sifat-sifat kemandirian manusia yang menyeleksi dan menafsirkan pesan.

B.   Bahasa dan Berpikir

Yang manakah lebih dahulu antara berpikir dan berbahasa atau sebaliknya, serta berikanlah satu teori yang mendukung!

Hubungan antara pikiran dan bahasa adalah satu permasalahan yang mendasar atau hakiki dalam psikolinguistik. Apabila kita mengikuti pendapat para psikolinguis, mereka menganggap bahasalah yang utama (lebih dahulu dibandingkan berpikir); dalam arti kita tidak tahu adanya pikiran kalau kita tidak ada bahasa, dan bahwa kita dapat melihat atau mendengar orang berbahasa tanpa kita tahu bahwa dia berpikir. Teori yang mendukung salah satunya adalah “hipotesis relativitas kebahasaaan”. Hipotesis ini paling tidak “versi kuatnya”, mengatakan bahwa struktur bahasa seseorang menentukan cara berpikir dan berperilakunya. Versi kuat ini disebut juga hipotesis Sapir-Whorf.

Hipotesis ini mengatakan bahwa “bahasa mempengaruhi pikiran”. Menurut Whorf (1966:213), setiap bahasa memaksa atau memberikan suatu “pandangan dunia” pada penuturnya. Ia mengatakan bahwa “orang membagi-bagi alam, menyusunnya menjadi konsep-konsep, dan menilai kepentingannya dengan cara yang sebagian besar disebabkan oleh orang yang telah bersepakat untuk menyusun alam itu demikian; suatu kesepakatan yang berlaku bagi masyarakat bahasa dan yang  telah dibukukukan atau termaktub dalam pola-pola bahasa kita”.

 

Referensi:

Nababan, Sri Utari Subyakto. 1987. Psikolinguistik: Suatu Pengantar. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Tarigan, Henry Guntur. 1986. Psikolinguistik. Bandung: Angkasa.

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s