Harmianti (105104021)

Pengertian psikolinguistik menurut para ahli
1. Hartley
Psikolinguistik  adalah ilmu yang membahas hubungan bahasa dengan otak dalam memproses dan mengkomunikasikan ujaran dan dalam akuisisi bahasa.
Hal yang penting adalah bagaimana memproses dan menghasilkan ujaran dan bagaimana akuisisi bahasa itu berlangsung.
Proses bahasa berlangsung adalah pekerjaan otak. Yang tidak dimengerti dan tidak diketahui yang pasti ialah bagaimana proses pengolahan bahasa sehingga berwujud satuan-satuan yang bermakna dan bagaimana proses pengolahan satuan ujaran yang dikirim oleh pembicara sehingga dapat dimengerti pendengar. Yang pasti segala sesuatu berada dalambatabatas kesadaran ( pembicara maupun pendengar).

2. Carles Osgood dan Thomas Sabeok
Psikolinguistik yaitu proses secara langsung yang  berhubungan dengan proses kode dan mengkode seperti orang berkomukasi.

3. Robert Lado
psikolinguistik adalah gabungan melalui psikologi dan linguistic, yaitu bagaimana telaah atau studi pengetahuan bahasa, bahasa dalam pemakaian , dan perubahan bahasa. Pendekatan untuk menelaah pengetahuan bahasa, pemakaian bahasa, dan perubahan bahasa.

4. Emon Back
Psikolinguistik adalah ilmu yang meneliti bagaimana sebenarnya pembicara membentuk dan membangun suatu atau mengerti kalimat tersebut.
Hal ini mengacu pada domain kognitif, yakni bagaimana bahasa berproses dalam otak kita. Bahasa yang diwujudkan dalam kalimat dihasilkan oleh pebicara yang kemudian diusahakan untuk dimengerti oleh pendengar.
5. Langacker
Psikolinguistik merupakan telaah akuisisi bahasa dan tingka laku linguistik terutama mekanisme psikologis yang bertujuan pada kedua bahasa tersebut.
Akuisisi bahasa bersangkut paut dengan proses pemerolehan bahasa.

6. Paul Fraisse
Psikolinguistik adalah hubungan antara kebutuhan kita untuk berekpresi dan berkomukasi dan benda-benda yang ditawarkan kepada kita melalui bahasa yang kita pelajari sejak kecil dan tahap-tahap selanjutnya.

Yang mana lebih dahulu berpikir atau berbahasa?

Pada hakikatnya dalam kegiatan berkomunikasi terjadi proses memproduksi dan memahami ujaran.  Dapat dikatakan bahwa psikolinguistik adalah studi tentang mekanisme mental yang terjadi pada orang yang menggunakan bahasa, baik pada saat memproduksi atau memahami ujaran .Dengan kata lain, dalam penggunaan bahasa terjadi proses mengubah pikiran menjadi kode dan mengubah kode menjadi  pikiran. Ujaran merupakan sintesis dari proses pengubahan konsep menjadi kode, sedangkan pemahaman pesan tersebut hasil analisis kode. Pada umumnya seseorang yang ingin berbahasa terlebih dahulu harus berpikir. Dengan memikirkan terlebih dahulu kata-kata yang ingin diucapkannya, maka kata-kata tersebut akan terdengar bagus dan sesuai dengan kaidah bahasa yang santun. Sebaliknya jika seseorang yang berbahasa tanpa berpikir terlebih dahulu cenderung mengeluarkan kata-kata yang tidak enak didengar, kasar dan bahkan tidak jarang menyinggung perasaan orang lain yang mendengarkannnya. Kegiatan berkomunikasi terjadi proses memproduksi dan memahami ujaran. Bahasa sebagai wujud atau hasil proses dan sebagai sesuatu yang diproses baik berupa   bahasa  lisan  maupun  bahasa  tulis,  sebagaimana  dikemukakan   oleh  Kempen (Marat, 1983: bahwa Psikolinguistik adalah studi mengenai manusia sebagai pemakai bahasa, yaitu studi mengenai sistem-sistem bahasa yang  ada pada manusia yang dapat menjelaskan cara manusia dapat menangkap ide-ide orang lain dan bagaimana ia dapat mengekspresikan ide-idenya sendiri melalui bahasa, baik secara tertulis ataupun secara lisan

Semua bahasa yang diperoleh pada hakikatnya dibutuhkan untuk berkomunikasi. Karena itu,  Slama (Pateda, 1990: 13) mengemukakan bahwa psycholinguistics is the study of relations between our needs for expression and communications and the means offered to us by a language learned in one’s childhood and later ‘psikolinguistik adalah telaah tentang hubungan  antara kebutuhan-kebutuhan kita untuk berekspresi dan berkomunikasi dan benda-benda yang ditawarkan kepada kita melalui bahasa yang kita pelajari sejak kecil dan tahap-tahap selanjutnya. Manusia hanya akan dapat berkata dan memahami satu dengan lainnya dalam kata-kata yang terbahasakan. Bahasa yang dipelajari semenjak anak-anak bukanlah bahasa yang netral dalam mengkoding realitas objektif. Bahasa memiliki orientasi yang subjektif dalam menggambarkan dunia pengalaman manusia. Orientasi inilah yang selanjutnya mempengaruhi bagaimana manusia berpikir dan berkata.

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s