Sri Dzurriyaani (105104030)

Pengertian psikolingustik menurut para ahli

Carles Osgood dan Thomas Sabeok

Psikolinguistik secara langsung berhubungan dengan proses kode dan mengkode seperti orang berkomukasi.

Robert Lado

psikolinguistik adalah gabungan melalui psikologi dan linguistik.
Bagaimana telaah atau studi pengetahuan bahasa, bahasa dalam pemakaian , dan perubahan bahasa. Menurut Lado psikologi hanya merupakan pendekatan.Pendekatan untuk menelaah pengetahuan bahasa, pemakaian bahasa dan perubahan bahasa.

• Pengetahuan bahasa bersangkut paut dengan masalah kognitif

• Pemakaian bahasa berkaitan dengan praktek pengetahuan bahasa (apa yang diketahui dikemukakan dalam pemakaian bahasa).

• Peruabahan bahasa menyangkut akuisisi bahasa dan tahap perkembanganya terutama ketika manusia masih kecil/kanak.

Emon Back

Psikolinguistik adalah ilmu yang meneliti bagaimana sebenarnya pembicara membentuk dan membangun suatu atau mengerti kalimat tersebut.

Hal ini mengacu pada domain kognitif, yakni bagaimana bahasa berproses dalam otak kita. Bahasa yang diwujudkan dalam kalimat dihasilkan oleh pebicara yang kemudian diusahakan untuk dimengerti oleh pendengar.

1. Langacker

Psikolinguistik merupakan telaah akuisisi bahasa dan tingka laku linguistik terutama mekanisme psikologis yang bertujuan pada kedua bahasa tersebut.Akuisisi bahasa bersangkut paut dengan proses pemerolehan bahasa.Tinga laku linguistik mengacu pada proses kompetensi dan performance bahasa. Proses ini bahasa ini tetap dalam otak. Oleh karena itu mekanisme psikologi sangat berperan.

2. Diebolt yang dikutip Slama.

Psikolinguistik dalam pengertian luas membicarakan hubungan antara psean dengan sifat-sifat kemandirian manusia yang menyeleksi dan nmenafsirkan pesan.

Paul Fraisse

Psikolinguistik adalah hubungan antara kebutuhan kita untuk berekpresi dan berkomukasi dan benda-benda yang ditawarkan kepada kita melalui bahasa yang kita pelajari sejak kecil dan tahap-tahap selanjtnya.
Berdasarkan batasan-batasan yang telah disebutkan diatas terdapat pandangan sebagai berikut :

• psikolinguistik membahas hubungan bahasa dengan otak

• psikolinguistik berhubungan langsung dengan proses mengkode dan menafsirkan kode

• psikolinguistik sebgai pendekatan

• psikolinguistik menelaah pengetahuan bahasa, pemakaian bahasa, dan perubahan bahasa

• psikolinguistik menitikberatkan pada pembahasan mengenai akuisisi bahasa dan tingkalaku linguistik.

Hartley
Psikolinguistik membahas hubungan bahasa dengan otak dalam memproses dan mengkomunikasikan ujaran dan dalam akuisisi bahasa.Hal yang penting adalah bagaimana memproses dan menghasilkan ujaran dan bagaimana akuisisi bahasa itu berlangsung.

Proses bahasa berlangsung adalah pekerjaan otak. Yang tidak dimengerti dan tidak diketahui yang pasti ialah bagaimana proses pengolahan bahasa sehingga berwujud satuan-satuan yang bermakna dan bagaimana proses pengolahan satuan ujaran yang dikirim oleh pembicara sehingga dapat dimengerti pendengar. Yang pasti segala sesuatu berada dalambatabatas kesadaran ( pembicara maupun pendengar).

Chaer, 2003: 5) mengemukakan bahwa psikolinguistik mencoba menguraikan proses-proses psikologi yang berlangsung jika seseorang mengucapkan kalimat-kalimat yang didengarnya pada waktu berkomunikasi dan bagaimana kemampuan bahasa diperoleh manusia kemudian, Secara lebih rinci Chaer (2003: 6)  berpendapat bahwa  psikolinguistik mencoba menerangkan hakikat struktur bahasa, dan bagaimana struktur itu diperoleh, digunakan pada waktu bertutur, dan pada waktu memahami kalimat-kalimat dalam pertuturan itu.

Aitchison (Dardjowidojo, 2003: 7) berpendapat bahwa psikolinguistik adalah studi tentang bahasa dan minda.

Robert Lado : psikolinguistik adalah gabungan melalui psikologi dan linguistik. Bagaimana telaah atau studi pengetahuan bahasa, bahasa dalam pemakaian , dan perubahan bahasa. Menurut Lado psikologi hanya merupakan pendekatan. Pendekatan untuk menelaah pengetahuan bahasa, pemakaian bahasa dan perubahan bahasa.

Hartley: Psikolinguistik membahas hubungan bahasa dengan otak dalam memproses dan mengkomunikasikan ujaran dan dalam akuisisi bahasa.

Kridalaksana (1982: 140) berpendapat sama dengan menyatakan bahwa psikolinguistik adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara bahasa dengan perilaku dan akal budi manusia serta kemampuan bahasa dapat diperoleh.

Kepmen (marat, 1983: 5) bahwa psikolinguistik adalah studi mengenai manusia sebagai pemakai bahasa, yaitu studi mengenai sistem-sistem bahasa yang ada pada manusia yang dapat menjelaskan cara manusia dapat menangkap ide-ide orang lain dan bagaimana ia dapat mengekspresikan ide-idenya sendiri melalui bahasa, baik secara tertilis ataupun secara lisan.

Mana yang lebih dulu berpikir atau berbahasa?

Menurut saya berpikir terlebih dahulu daripada berbahasa seperti teori yang dikemukakan oleh L.S. Vygotsky.

Vygotsky, sarjana bangsa Rusia, berpendapat adanya satu tahap perkembangan bahasa sebelum adanya pikiran, dan adanya satu tahap perkembangan pikiran sebelum adanya bahasa. Kemudian, kedua garis perkembangan ini saling bertemu, maka terjadilah secara serentak pikiran berbahasa dan bahasa berpikir. Dengan kata lain, pikiran dan bahasa pada tahap permulaan berkembang secara terpisah, dan tidak saling mempengaruhi.

Jadi, mula-mula pikian berkembang tanpa bahasa, dan bahasa mula-mula berkembang tanpa pikiran. Lalu pada tahap berikutnya, keduanya bertemu dan bekerja sama, serta saling mempengaruhi. Begitulah anak-anak berpikir dengan menggunakan bahasa dan berbahasa dengan menggunakan pikiran.

Menurut Vygotsky dalam mengkaji gerak pikiran ini kita harus mengkaji dua bagian ucapan dalam yang mempunyai arti yang merupakan aspek semantic ucapan, dan ucapan luar yang merupakan aspek fonetik atau aspek bunyi-ucapan. Penyatuan dua bagian atau aspek ini sangat rumit dan kompleks. Pikiran dan kata, menurut Vygotsky (1962:116) tidak dipotong dari satu pola. Struktur ucapan tidak hanya mencerminkan, tetapi juga mengubahnya setelah pikiran berubah menjadi ucapan.

Dan menurut saya, berfikir dulu sebelum berbahasa, karena dengan berfikir seseorang akan berbahasa sesuai dengan kaidah kesantunan, dan moralitas.

teori pendukung:

Dalam penggunaan bahasa terjadi proses mengubah pikiran menjadi kode dan mengubah kode menjadi pikiran. Dalam hubungan ini Osgood dan Sebeok (Pateda: 1990) menyatakan pscholinguistics deals directly with the processes of encoding and decoding as they relate states of communicators ‘psikolinguistik secara langsung berhubungan dengan proses-proses mengkode dan mengerti kode seperti pesan yang disampaikan oleh orang yang berkomunikasi’.

Ujaran merupakan sintesis dari proses pengubahan konsep menjadi kode, sedangkan pemahaman pesan merupakan rekognisi sebagai hasil analisis. Karena itu,  Lyons berpendapat bahwa tentang psikolinguistik dengan menyatakan bahwa psikolinguistik adalah telaah mengenai produksi (sintesis) dan rekognisi (analisis).

Langacker : Berpikir adalah aktivitas mental manusia. Aktivitas mental akan berlangsung apabila ada stimulus, artinya ada sesuatu yang menyebabkan manusia untuk berpikir. Memang ada saja yang dipikirkan manusia. Bahasa digunakan untuk mengoperasikan hasil pemikiran manusia. dalam hubungan ini bahasa dapat dilihat dari dua hal yakni :
1) sebagai aktivitas jiwa;

2) bahasa sebagai aktvitas otak

1) Teori akuisisi bahasa yang behavioristik atau kaum empiris/ antimentalistik/ makanis: tidak ada struktur linguistik yang dibawa sejak lahir. Anak lahir dianggap kosong dari bahasa. Lingkunganlah yang akan membentuk yang perlahan-lahan dikondisi oleh lingkungan dan pengukuhan terhadap tingkah lakunya. pengetahuan dan ketrampilan berbahasa diperoleh melalui pengalaman dan proses belajar.

2) Teori akuisisi bahasa yang mentalistik /nativis / rasionalis : Seorang anak sejak lahir telah membawa sejumlah kapasitas atau potensi bahasa yang akan berkembang sesuai dengan proses kematangan intelektualnyaatau disebut LAD (Language Acquisition Device).kelangkapan berbahasa ini berisis sejumlah hipotesis bawaan.

3) Teori akuisisi bahasa yang kognitiftik : aspek pengetahuan dan pegalaman
Teori kognitif menekankan hasil kerja menta, hasil pekerjaan yang nonbehaviristik
Proses Akuisisi Bahasa

Telah ada keyakinan antara sesame ahli psikolinguistik bahwa akuisisi bahasa bersifat dinamis: berlangsung dari tahap yang satu ke tahap yang lain.

dalam tahap perkembangan akuisisi ini terjaadi :

• perubahan yang terjadi dengan struktur kata

• perkembanagan ditentukan oleh interaksi personal, berfungsinya saraf secara baik dan proses kognitif

• bahwa dalam akuisisi bahasa terjadi proses pemilihan kata-kata dan struktur yang tidak dimiliki oleh anak

• bahwa teori yang digunakan bersifat umum : akuisisi bahasa dipengaruhi oleh penggunaan bahasa sekitar. DKL: akuisisi bahasa tergantung pada lingkungan bahasa anak.
Reaksi pertama yang dilakukan oleh anak yang baru lahir : menangis
Tidak seorangpun bayi yang lahir segera mengucapkan kalimat:
Misalnya : wah, saya baru lahir tangisan pertama tidur

• menangis panas, dingin, lapar, basah,dll.

• menghafal bau badan orang yang selalu dekat dengannya Perkembangan Akuisisi Bahasa Akuisisi bahasa berkembang melalui fase-fase tertentu. Kriteria yang yang digunakan adalah gejala yang dilihat pada perkembangan anak itu sendiri. Perkembangan akuisisi bahasa.

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s