PSIKOLINGUISTIK

EVA ROSALIA

105104019

PSIKOLINGUISTIK

Tugas 2:

  1. Jelaskan bahasa itu bersistem!
  2. Jelaskan bahasa itu sifatnya arbitrer!
  3. Jelaskan bahasa itu sifatnya konvensional!
  4. Berikan contoh dari masing-masing fungsi bahasa!

Jawaban:

  1. Bahasa itu bersistem

Sistem berarti mempunyai aturan atau pola. Pada setiap bahasam aturan ini bisa terlihat dalam dua hal yaitu: (1) sistem bunyi dan (2) sistem makna. Hanya bunyi-bunyi tertentulah yang bisa dipakai, digabungkan dengan bunyi lainnya untuk membentuk suatu kata sebagai simbol dari suatu acuan atau rujukan (referent).  Dalam bahasa Indonesia kita dapat menghubungkan dengan bunyi-bunyi sehingga terbentuklah kata pengelolaan misalnya, tapi tidaklah mungkin gabungan seperti pada klmaosgtwz. Yang pertama tadi bisa diterima karena memang sesuai dengan sistem bunyi bahasa Indonesia, sedangkan yang kedua tidak sesuai. Penutur bahasa Indonesia akan mengerti kalimat Yuni pergi kuliah tiap hari. Ujaran ini adalah gabungan sistem bunyi-bunyi yang membawa makna. Sedangkan ujuaran hari pergi kuliah Yuni  tidak bisa dimengerti karena melanggar sistem, walaupun bunyinya sesuai dengan sistem yang ada. Karena bersistemlah bahasa itu dapat dipelajari.

Contoh: dalam tahap morfologi, umpamanya saja dalam bahasa Indonesia awalan –me dapatt berkombinasi dengan akhian –kan dan –I seperti memanaskan dan menaiki. Tapi, kita tidak bisa mengkombinasikannya termepanas karena awalan –ter dan –me tidak bisa digabungkan dengan kata panas seperti itu. Ini menunjukkan bahwa penggabungan awalan itu beraturan (bersistem) tidak asal gabung.

  1. Bahasa itu bersifat arbitrer

Arbiter berarti selected at random and without reason, dipilih secara acak tanpa alas an. Ringkasnya, manasuka berarti seenaknya, asal bunyi, tidak ada hubungan logis dengan kata-kata sebagai simbol dengan yang disimbolkan. Di sini terasa ada kontadiksi antara pengertian system di atas yaitu adanya keteraturan dengan arbitrer yaitu manasuka atau seenaknya asal bunyi. Bagaimana ini? Sebaiknya kita uraikan dulu bukti-bukti manasuka bahasa.

Contoh manasuka tersebut terbukti antara rangkaian bunyi-bunyi denagn makna yang dikandungnya. Mengapa bahan bakar sepeda motor kita sebut bensin dan bukan kecap. Binatang tetentu Idi Indonesia disebut anjing, di Inggris dog, di Mekah kalbun, di Mardrid perro, mengapa begitu?

Demikian halnya dalam bidang sintaksis perhatikan kalimat berikut:

Saya ingin menemui Ali

1        2          3         4

Mengapa justru urutan 1-2-3-4 yang disetujui dan yang sesuai denga langue setiap penutur Indonesia. Di sini kita tidak member alasan lagi, jawabnya : sudah begitulah susunanya, begitulah maunya. Itulah manasuka! Memang betul ada beberapa kosakata yang sesuai dengan sifat-sifat bendanya seperti mengelegar, berkoko, mencicit, dan sebagainya.

  1. Bahasa itu konvensional

Tadinya memang begitulah setiap bunyi-bunyi itu manasuka, tapi karena bahasa itu kenyataan sosial maka yang manasuka tadi disetujui pemakainnya oleh masyarakat penutur bahasa. Yang manasuka tadi lalu berurat, berakar, mempribadi, dan membatin pada setiap penutur. Bila sudah menjadi kebiasaan maka bahasa itu konvensional (conventional)  maka manasuka tadi menjadi peraturan yang tetap, menjadi suatu sistem. Semua penutur akan berbicara sesuai dengan sistem ini. Jadi dapat dikatakan bahasa itu manasuka yaitu bahasa itu sosial konvensional dan bahasa itu arbiter dan non-arbitrer.

  1. Contoh dari masing-masing Fungsi bahasa:
  2. Bahasa sebagai alat ekspresi diri

Contoh: tulisan kita dalam sebuah buku, merupakan hasil ekspresi diri kita. pada saat kita menulis, kita tidak memikirkan siapa pembaca kita. kita hanya menuangkan isi hati dan perasaan kita tanpa memikirkan apakah tulisan itu dipahami orang lain atau tidak. Akan tetapi, pada saat kita menulis surat kepada orang lain, kita mulai berpikir kepada siapakah surat ini ditujukan. Kita memilih cara berbahasa yang berbeda kepada orang yang kita hormati dibandingkan dengan cara berbahasa kita kepada teman kita.

  1. Bahasa sebagai alat komunikasi

Contoh: jika seseorang tidak mengetahui bahasa maka akan kesulitan dalam berkomunikasi antar sesama manusia. Dengan bahasa maka seseorang dapat berkomunikasi dengan siapa pun.

  1. Bahasa sebagai alat integrasai dan adaptasi sosial

Contoh: jika sebuah keluarga transmigrasi kesuatu daerah/wilayah dan mengetahui bahasa daerah maka keluarga tersebut muda beradaptasi dengan lingkungan sekitar.

  1. Bahasa sebagai alat control sosial

Contoh: fungsi bahasa sebagai alat control sosial yaitu sebagai alat peredam rasa marah. Menulis merupakan salah satu cara yang sangat efektif untuk meredam rasa amarah kita. tuangkanlah rasa dongkol dan marah kita ke dalam bentuk tulisan. Biasanya, pada akhirnya, rasa marah kita berangsur-angsur menghilang dan kita dapat melihat persoalan secara lebih jelas dan tenang.

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s