Psikolinguistik Tugas 2

Jelaskan yang dimaksud dengan bahasa bersistem, bahasa itu bersifat arbitrer, dan bahasa bersifat konvensional, beserta contohnya masing-masing !

  • Bahasa itu bersistem

Bahasa bersistem adalah bahasa memiliki seperangkat aturan yang dikenal para penuturnya. Perangkat inilah yang menentukan struktur apa yang diucapkannya. Struktur ini disebut grammar. Aturan ini dibuat dan diubah oleh orang-orang yang menggunakannya. Aturan ini ada karena para penuturnya menggunakan bahasa dalam cara tertentu dan tidak dalam cara lain. Dan karena ada kesepakatan umum tentang aturan ini maka orang menggunakan bahasa dalam cara tertentu yang memiliki arti. Dikarenakan ada kesepakatan inilah maka kita bisa mempelajari dan mangajarkan bahasa apa saja.

Menurut Abdul Chaer

Bahasa adalah sebuah sistem, artinya, bahasa dibentuk oleh sejumlah komponen yang berpola secara tetap dan dapat dikaidahkan. Sistem bahasa berupa lambang-lambang bunyi, setiap lambang bahasa melambangkan sesuatu yang disebut makna atau konsep. Karena setiap lambang bunyi itu memiliki atau menyatakan suatu konsep atau makna, maka dapat disimpulkan bahwa setiap suatu ujaran bahasa memiliki makna.

Contohnya lambang bahasa yang berbunyi “nasi” melambangkan konsep atau makna ‘sesuatu yang biasa dimakan orang sebagai makanan pokok’.

  • Bahasa bersifat arbitrer

Bahasa bersifat arbitrer adalah bahasa mempergunakan bunyi-bunyi tertentu dan disusun dalam cara tertentu pula adalah secara kebetulan saja. Orang-orang melambangkan satu kata saja untuk melambangkan satu benda. Sifat arbitrer itu hanya berlaku dalam masyarakat bahasa dalam bentuk kesepakatan dan konvensi.

Menurut Abdul Chaer

Bahasa bersifat abritrer artinya hubungan antara lambang dengan yang dilambangkan tidak bersifat wajib, bisa berubah dan tidak dapat dijelaskan mengapa lambang tersebut mengonsepi makna tertentu.

Contohnya  kata kuda ditujukan hanyalah untuk binatang berkaki empat tertentu karena orang lain berbuat demikian. Secara kongkret, alasan “kuda” melambangkan ‘sejenis binatang berkaki empat yang bisa dikendarai’ adalah tidak bisa dijelaskan.

  • Bahasa bersifat konvensional

Bahasa dapat disebut konvensional, sebagai sifat hasil kesepakatan. Hal yang perlu dipahami adalah kenyataan bahwa kesepakatan itu bukanlah formal yang dinyatakan melalui musyawarah, sidang, rapat atau kongres, atau rapat raksasa, untuk menentukan lambang tertentu.

Menurut Moch. Sahrodi

Bahasa bersifat Konvensional artinya semua anggota masyarakat bahasa itu mematuhi konvensi bahwa lambang bahasa tertentu itu digunakan untuk mewakili konsep yang diwakilinya tersebut.

Contohnya “Ayam” telah secara konvensional digunakan sebagai lambang binatang berkaki dua yang dapat berkokok.

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s