Tugas 2

Bahasa Itu Konvensional

Meskipun hubungan antara lambang bunyi dengan yang dilambangkannya bersifat arbitrer, penggunaan lambang tersebut untuk suatu konsep tertentu bersifat konvensional. Artinya, semua anggota masyarakat bahasa itu mematuhi konvensi bahwa suatu lambang digunakan untuk mewakili konsep yang dilambangkannya.

Bahasa Itu Arbitrer.

Arbitrer dapat diartikan “sewenag-wenang, berubah-ubah, tidak tetap, mana suka”. Arbitrer diartikan pula dengan tidak adanya hubungan wajib antara lambing bahasa (yang berwujud bunyi) dengan konsep atau pengertian yang dimaksud oleh lambing tersebut. Hal ini berfungsi untuk memudahkan orang dalam melakukan tindakan kebahasaan.

Bahasa itu Bersistem

Dalam keilmuan dapat dipahami sebagai susunan yang teratur, berpola, membentuk suatu keseluruhaan yang bermakna atau berfungsi. Dengan demikian dapat dipahami bahwa bahasa memiliki sifat yang teratur, berpola, memiliki makna dan fungsi. Sistematis diarti pula bahwa bahasa itu tersusun menurut suatu pola, tidak tersusun acak. Karenanya, sebagai sebuah sistem, bahasa juga sistemik. Sistematik atau sistematis maksudnya bahasa itu bukan merupakan sistem tunggal, tetapi juga terdiri atas sub-sub sistem atau sistem bawahan. Disini dapat disebutkan subsistem-subsistem itu antara lain : subsistem fonologi, subsistem morfologi, subsistem sintaksi, subsistem semantik, maka sebuah sistem, bahasa berfungsi untuk memilah kajian morfologi, fonologi, sintaksis, dan semantik.

Contoh bahasa sebagai alat ekspresi diri:

Tulisan dalam bentuk karya sastra, puisi. Merupakan hasil ekspresi diri kita. Kita tidak perlu memikirkan siapa yang akan menikmati karya kita, tetapi bagaimana kita menuangkan hasil imajinasi kita tanpa memikirkan apakah karya kita dapat dipahami atau tidak.

Contoh bahasa sebagai alat komunikasi:

Dalam dunia perdagangan, sering ditemukan kata “Diskon 75 %”, dengan pemilihan kata yang demikian para pembeli akan tertarik dengan promosi yang ditawarkan oleh pedagang  dan sebelumnya pedagang telah mengatur harga dari barang tersebut.

Contoh bahasa sebagai alat integrasi dan adaptasi sosial:

Pada saat kita beradaptasi kepada lingkungan sosial tertentu, kita akan memilih bahasa yang akan kita gunakan bergantung pada situasi dan kondisi. Kita akan menggunakan bahasa yang berbeda. Bilamana kita dalam berbahasa Indonesia boleh menegur orang dengan kata kamu atau saudara atau Bapak atau Anda?. Bagi orang asing, pilihan kata itu penting agar ia diterima didalam lingkungan pergaulan orang Indonesia. Jangan sampai ia menggunakan kata kamu untuk menyapa seorang pejabat.

Contoh bahasa sebagai alat control sosial:

Menulis merupakan salah satu cara yang sangat efektif untuk meredam rasa marah kita.  Dengan cara itu, pada akhirnya rasa marah kita akan berangsur-angsur menghilang dan kita dapat melihat persoalan secara lebih jelas dan tenang.

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s