ANALISIS BAHASA MELALUI TEORI-TEORI LINGUISTIK NOVIA RESKI

Percakapan

a)      Ibu Ainul        : Wih… cokla ummana Aril (wah coklat !)

b)      Ibu Apsah       : Matumbai ? (Kenapa ?)

a)      Ibu Ainul        : Tae kupurai (Saya tidak suka)

b)      Apsah : Waktunna lebarangngi tau, pada te ku alli, garaga beppa pusing bang lagara kacang satu (waktu lebaran, seperti ini yang saya beli, buat kue  pusing saja ,  lebih-lebih kacang satu)

a)      Ibu Ainul        : Pasarai (Merepotkan)

  1. Teori Ferdinand De Saussure

De saussure mengatakan bahwa parole adalah bahasa yang konkret yang keluar dari mulut seorang pembicara. Jadi karena sifatnya konkret itu maka parole itu bisa didengar. Sedangkan langue adalah bahasa konkret yang keluar dari mulut seorang pembicara. Artinya berupa bunyi yang dikeluarkan oleh seseorang yang hanya bisa didengar, namun tidak bertanda. Oleh karena itu langue tidak dapat untuk diteliti, karena kita tidak bisa melihat apa yang ada di dalam otak manusia. Sebagai contoh, kata yang dikeluarkan oleh ibu apsah wah… coklat merupakan parole dan kue merupakan langue. Dikatakan parole karena kita tidak mengetahui maksud penutur. Dia tidak menyukai kue coklat, itu maksud si Ibu Ainul.

  1. Teori Leonard Bloomfield

Ibu Apsah dan Ibu Ainul sedang duduk-duduk di bawah pohon dekat kolam. Ibu Apsah mengeluarkan kue coklat dari tasnya lalu dia memberikan kue coklat kepada Ibu Ainul, lalu dia menegur Ibu Apsah setelah memberikan kue tersebut, sebab Ibu Ainul tidak menyukai kue coklat.

S                            r…………………s                              R

1                  (2)    (3)                           (4)  (5)                    (6)

penejelsan

(1)   Ibu ainul melihat kue coklat di tasnya (stimulus).

(2)   Otak ibu Asah bekerja untuk memberikannya kepada Ibu Ainul (r = respon)

(3)   Perilaku Ibu Ainul setelah berkata kepadda Ibu Apsah (…). → behaviorisme

(4)   Bunyi-bunyi atau suara yang dikeluarkan oleh Ibu Ainul  (stimulus).

(5)   Perilaku ibu Apsah sewaktu mendengarkan bunyi-bunyi atau suara yang dikeluarkan oleh Ibu Ainul.

(6)   Ibu Apsah bertindak untuk mempertanyakan kenapa Ibu Ainul tidak menyukai ke coklat (R= respon).

  1. Teori Rupert Firth

Menurut Rupert Firth dalam kajian lingustik yang paling penting adalah konteks. Rupert Firth menolak menganalisis suatu bahasa jika tidak di masukkan ke dalam konteks. Seperti contoh di atas pada kata coklat masih diragukan jika tidak dimasukkan ke dalam konteks. Apakah itu rasa coklat, baju warna coklat, buah coklat. dan sebagainya. Untuk memastikan hal itu, diperlukaknlah sebuah konteks. Sehingga dapat diketahui bahwa yang dimaksud coklat adalah kue coklat.

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s