Analisis Menurut Beberapa Teori (DARMAWATI FIRDAUS/105104017)

DIALOG

Phya                 : “ Watie, menurutmu jo itu orangnya bagaimana?”

Watie               : “ Dia itu orangnya cukup ganteng, bisalah dimasukkan dalam kategori ganteng karena dia tinggi, agak hitam bisa dibilang hitam manis, hidungnya juga mancung”

Phya                 : “ Terus sifatnya bagaimana?”

Watie               : “ hmmm, kalau menurut saya dia orangnya baik, sopan juga terhadap cewek, mudah bergaul atau beradaptasi dengan orang lain, maunya sih jadi guru, cocoklah dengan kepribadiannya itu.”

Analisis  menurut beberapa ahli :

  1. Analisis menurut teori Ferdinand de Saussure

ü  Parole merupakan bahasa yang kongkret yang keluar dari mulut atau alat ucap seorang pembicara. Yang termasuk paole dalam dialog diatas ialah kalimat yang dikeluarkan oleh Watie “ Dia itu orangnya cukup ganteng, bisalah dimasukkan dalam kategori ganteng karena dia tinggi, agak hitam bisa dibilang hitam manis, hidungnya juga mancung”.

ü  Langue ialah keseluruhan sistem tanda yang berfungsi sebagai alat komunikasi verbal antara anggota suatu masyarakat bahasa, sifatnya abstrak. Dan hanya ada dalam otak penutur yang bersangkutan. Yang termasuk langue dalam dialog diatas ialah kalimat yang dikelurkan oleh Watie “ hmmm,Kalau menurut saya dia orangnya baik, sopan juga terhadap cewek, mudah bergaul atau beradaptasi dengan orang lain”. Kemudian penurur mengeluarkan yang ada dalam otaknya melalui mulut atau alat ucap, itulah yang menjadi langue.

ü  Langage merupakan bahasa pada umumnya sebagai alat interaksi manusia atau alat komunikasi. Seperti yang digunakan Phya dan Watie dalam percakapan diatas utuk berinteraksi atau berkomunikasi.

 

  1. Analisis menurut teori Leonard Bloomfied

Menurut Bloomfield bahasa merupakan sekumpulan ujaran yang muncul dalam suatu masyarakat tutur. Ujaran itulah yang harus dikaji untuk mengetahui bagian-bagiannya.

  1. Phya bertanya kepada Watie (S= stimulus)
  2. Otak Phya mulai berpikir hingga bertanya kepada Watie.
  3. Kegiatan atau perilaku Phya sewaktu bertanaya kepada Watie (r= respons)
  4. Suara yang dikeluarkan Phya waktu bertanya pada Watie  (…)
  5. Kegiatan atau perilaku Watie sewaktu mendengarkan suara yang dikeluarkan Phya (s= stimulus)
  6. Otak Watie mulai berpikir dari mendengar suara Phya
  7. Watie menjawab pertanyaan dari Phya (R= respons).
  1. Analisis menurut teori Rupert Firth

Menurut Firth struktur bahasa itu terdiri lima tingkatan yaitu fonetik, leksikon, morfologi, sintaksis, dan semantik. Firth memusaktakn perhatian pada tingkatan fonetik dan tingkatan semantik.

Misalnya, bentuk /guru] dalam bahasa Indonesia. Pada tingkatan fonetik bentuk ini meragukan sebab ada beberapa makna kata guru dalam bahasa Indonesia. Untuk menjelaskan, kita dapat beranjak ketingkatan yang lebih tinggi yaitu tingkatan morfologi. Dalam konteks moefologi bentuk guru mengaji ataupun guru les tidak meragukan lagi.

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s