psikolinguistik ( KAMILA)

Tugas Psikolunguistik

Dialog

kamila  : “wati, apa yang kamu tau tentang kalimat efektif?”

Wati     : “menurut saya, kalimat efektif itu kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan          pemakainya secara tepat dan dapat dipahami secara tepat pula”.

Kamila : “jadi bagaimana contohnya  kalimat yang tidak  efektif?”

Wati        :  “contohnya,buaya termasuk ke dalam jenis reptil sedangkan burung termasuk ke dalam jenis aves”.

Analisis menurut Ferdinand De Saussure:

  • Parole merupakan bahasa yang keluar dari mulut seorang pembicara. Dalam dialog di atas yang merupakan parole yaitu yang dikeluarkan Wati “menurut saya, kalimat efektif itu kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan pemakainya secara tepat dan dapat dipahami secara tepat pula”.
  • Langue merupakan bahasa tertentu sebagai satu sistem tertentu, sifatnya abstrak dan hanya ada dalam otak penutur bahasa yang bersangkutan. Dalam dialog tersebut yang dapat dikatakan langue yaitu  “menurut saya, kalimat efektif itu kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan  pemakainya secara tepat dan dapat dipahami secara tepat pula” karena berasal dari pemikiran seseorang yang  dia ketahui. Kemudian dia mengeluarkannya melalui alat ucap, itulah yang menjadi parole.
  • Langage merupakan bahasa yang pada umumnya sebagai alat interaksi manusia, seperti yang digunakan kamila dan wati dalam percakapan diatas untuk berinteraksi.

Analisis menurut Leonard Bloomfield:

Menurut Bloomfield bahasa merupakan sekumpulan ujaran yang muncul dalam suatu masyarakat tutur (speech community). Ujaran inilah yang harus dikaji untuk mengetahui bagian-bagianya. Lalu, bagi Bloomfield bahasa adalah sekumpulan data yang mungkin muncul dalam suatu masyarakat. Data ini merupakan ujaran-ujaran yang terdiri dari potongan-potongan perilaku (tabiat) yang disusun secara linear.

  • Kamila bertanya kepada wati (S=stimulus)
  • Kamila mulai  berpikir sejak keinginannya bertanya kepada Wati.
  • Perilaku atau kegiatan Kamila sewaktu bertanya kepada wati (r=respon)
  • Bunyi-bunyi atau suara yang dikeluarkan kamila waktu berbicara kepada Wati (…)
  • Perilaku atau kegiatan Wati sewaktu mendengar bunyi-bunyi atau suara yang dikeluarkan Kamila (s=stimulus)
  • Wati mulai berpikir sewaktu mendengar bunyi suara Kamila sampai berbicara.
  • Wati menjawab pertanyaan dari Kamila (R=respon).

Analisis menurut John Rupert Firth:

Menurut Firth struktur bahasa itu terdiri dari liam tingkatan yaitu tingkatan fonetik, leksikon, morfologi, sintaksis, dan semantik. Tapi Firth lebih memusatkan perhatian pada tingkatan fonetik dan tingkatan semantik, sedangkan yang yang lain kurang diperhatikan.

Misalnya, bentuk /burung] dalam bahasa Indonesia. Pada tingkatan fonetik, bentuk ini meragukan sebab ada beberapa makna kata burung dalam bahasa Indonesia . untuk menjelaskan, kita dapat beranjak ketingkatan yang lebih tinggi yaitu tingkatan morfologi atau sintaksis atau semantik. Dalam konteks morfologi bentuk burung hantu ataupun burung beo tidak meragukan lagi.

 

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s