Tugas 3 Psikolinguistik

Mengkaji bahasa berdasarkan teori Ferdinand de Saussure, Leonard Bloomfield, dan John Rupert Firth!

Transkripsi Percakapan
Percakapan terjadi antara suami dengan istri di ruang keluarga. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Selayar.

  1. Suami: “Injo la luara’mi anjo deng Muli nu ka la ambattumi se’re sapo” (Hal itu akan banyak diketahui orang karena kak Muli akan menyampaikan satu rumah)
  2. Istri: “Konjomi naung pole ampa lapau-pau tongi” (Biarkan saja jika dia ingin memberitahukannya)
  3. Suami: “Ka gelepa attantu ka la ahak pole na pa, kukuaja sipole-pole gelepa attantu ka nu hattu nu pau-pau” (Belum pasti sebab nanti hari Ahad depan, saya kira sama-sama semuanya waktunya belum pasti karena masih akan dibicarakan)
  4. Istri: “Ia nu attantu minjo ka nu….” (Dia sudah menentu karena…)
  5. Suami: ”Ahak Sattu” (Ahad atau Sabtu)
  6. Istri: “Isse’i ka kukua ri deng Muli nu na naikja konjo anganu a…” (Entahlah karena saya katakan ke kak Muli akan pergi ke sana untuk….)
  7. Suami: “Nusa’bu-sa’bu sukku sallo injo nu kutaknang pole ka mangekonjo molong pattantu mangenjo la boja nakke gele kan nu nganu, ku kana la lampa sattuna na assuro bua’i kanre jaha kalotoro, barang…barang…barang” (Kau sembunyikan sangat lama hal itu, saya juga beritahukan bahwa kau ke sana untuk menentukan waktu dan kau mencarinya sedangkan saya tidak, saya hanya mengatakan bahwa hari Sabtu kau akan pergi dan menyuruh membuat kue kering, mungkin…mungkin…mungkin)

1. Kajian bahasa menurut Ferdinand de Saussure

De Saussure membedakan antara parole, langue, dan langage. Ketiganya bisa dipadankan dengan kata “bahasa” dalam bahasa Indonesia, tetapi dengan pengertian yang sangat berbeda.

a.    Parole

Parole adalah bahasa yang konkret yang keluar dari mulut seorang pembicara. Jadi karena sifatnya yang konkret itu maka parole bisa didengar.

Percakapan di atas pasti terdapat parole karena terjadi percakapan yang terus-menerus, artinya terdapat bahasa yang keluar dari masing-masing alat ucap suami dan istri tersebut.

b.    Langue

Langue adalah bahasa tertentu sebagai satu sistem tertentu; hanya ada dalam otak penutur bahasa yang bersangkutan sebagai konsep yang telah diketahui bersama.

Langue juga terjadi pada percakapan di atas, karena terjadi hubungan timbal balik antara pembicaraan suami dan istri, artinya pada percakapan suami yang  ditanggapi oleh istri dan sebaliknya telah terdapat langue pada masing-masing otak mereka karena mereka mengetahui dan akhirnya menanggapi pembicaraan satu sama lain.

c.      Langage

Langage adalah bahasa pada umumnya sebagai alat interaksi manusia. Percakapan di atas menggunakan bahasa yang umum digunakan di daerah Selayar yakni bahasa Selayar.

Selain itu, teori linguistik de Saussure terdapat pula istilah Signifie, Signifiant, Relasi Sintagmatik, dan Relasi Paradigmatik.

a.    Signifie

Istilah signifie diartikan sebagai konsep atau petanda atau “yang diartikan”/ makna.

Percakapan di atas pasti memiliki makna masing-masing. Contohnya adalah kata “ambattumi” memiliki makna “sampai”, kata “barang” yang bermakna “kejadian yang mungkin terjadi” atau “barang (benda)”, “naik”  yang dapat bermakna “naik” atau “pergi”, dan sebagainya.

b.    Signifiant

Istilah signifiant berarti imaji bunyi atau penanda. Percakapan di atas sudah pasti terdapat bunyi.

Contohnya yang terdapat pada bagian a (signifie), kata “ambattumi” terdiri dari 7 fonem yaitu /a/m/b/a/t/u/i/ dengan fonem a, m, serta t diulang sebanyak 2 kali, kata “barang” terdiri dari 5 fonem yaitu fonem /b/a/r/n/g/ dengan fonem a diulang 2 kali, dan kata “naik” yang terdiri dari 4 fonem yaitu /n/a/i/k/.

c.      Relasi Sintagmatik

Relasi sintagmatik yaitu hubungan horisontal antara unsur-unsur kalimat yang membentuk urutan linear (Alwasilah, 1985: 133).

Contoh pada percakapan di atas yaitu pada percakapan nomor 4

Istri: “Ia nu attantu minjo ka nu….” (Dia sudah menentu karena…)

Kata ia yang mengisi unsur subjek mampunyai hubungan sintagmatik tindakan dengan kata attantu minjo  yang mengisi unsur predikat.

d.    Relasi Paradigmatik

Relasi paradigmatik yaitu hubungan antara unit yang telah terjelma dalam ucapan dan unsur yang belum terjelma dalam ucapan.

Relasi paradigmatik pada percakapan nomor 4 adalah

“Ia nu — attantu minjo  — ka nu….” (Dia sudah menentu karena…)

↓                                 ↓

nakke (saya)         akjari mi (telah tetap)

pada relasi paradigmatik unsur-unsur sejenis dapat digantikan seperti percakapan di atas.

2. Kajian bahasa menurut Leonard Bloomfield

Bloomfield menerangkan makna (semantik) dengan rumus-rumus behaviorisme. Unsur-unsur linguistik diterangkannya berdasarkan distribusi unsur-unsur tersebut dalam lingkungan tempat unsur-unsur itu berada. Distribusi dapat diamati secara langsung sedangkan makna tidak dapat.

Misalnya contoh percakapan 1 dan 2

  1. Suami: “Injo la luara’mi anjo deng Muli nu ka la ambattumi se’re sapo” (Hal itu akan banyak diketahui orang karena kak Muli akan menyampaikan satu rumah)
  2. Istri: “Konjomi naung pole ampa lapau-pau tongi” (Biarkan saja jika dia ingin memberitahukannya)

Ketika sedang bercakap-cakap, suami khawatir tentang suatu hal yang akan diketahui banyak orang apabila kak Muli memberitahu hal tersebut pada seisi rumahnya sehingga ia berkata seperti percakapan di atas (nomor 1), sang istri yang mendengar kata-kata suaminya langsung merespon seperti percakapan nomor 2 di atas. Secara skema dapat digambarkan seperti berikut (S=stimulus dan R=respon).
S   →  R ………………………….. S  →  R………….
(1)   (2)(3)                              (4)(5) (6)(7)       (8)

Penjelasan:

(1)    Suami khawatir tentang suatu hal yang akan diketahui banyak orang apabila kak Muli memberitahu hal tersebut pada seisi rumahnya.

(2)  Pikiran sang suami mulai bekerja sehingga berkata pada sang istri.

(3)  Tindakan sang suami sewaktu berbicara kepada istrinya.

(4)  Kata-kata yang diucapkan suami yaitu
Suami: “Injo la luara’mi anjo deng Muli nu ka la ambattumi se’re sapo” (Hal itu akan banyak diketahui orang karena kak Muli akan menyampaikan satu rumah)

(5)  Perilaku sang istri sewaktu mendengarkan ucapan suaminya tersebut.

(6)  Pikiran sang istri bekerja saat mendengar perkataan suaminya.

(7)   Tindakan sang istri saat mendengar kata-kata suaminya.

(8)   Kata-kata yang diucapkan sang istri kepada suaminya
Istri: “Konjomi naung pole ampa lapau-pau tongi” (Biarkan saja jika dia ingin memberitahukannya)

3. Kajian bahasa menurut John Rupert Firth

Menurut Firth dalam kegiatan linguistik yang paling penting adalah konteks, dan Firth lebih memusatkan perhatian pada tingkatan fonetik dan semantik sedangkan tingkatan lain kurang diperhatikan.

Contoh percakapan nomor 6 dan 7

  1. Istri: “Isse’i ka kukua ri deng Muli nu na naikja konjo anganu a…” (Entahlah karena saya katakan ke kak Muli akan pergi ke sana untuk….)
  2. Suami: “Nusa’bu-sa’bu sukku sallo injo nu kutaknang pole ka mangekonjo molong pattantu mangenjo la boja nakke gele kan nu nganu, ku kana la lampa sattuna na assuro bua’i kanre jaha kalotoro, barang…barang…barang” (Kau sembunyikan sangat lama hal itu, saya juga beritahukan bahwa kau ke sana untuk menentukan waktu dan kau mencarinya sedangkan saya tidak, saya hanya mengatakan bahwa hari Sabtu kau akan pergi dan menyuruh membuat kue kering, mungkin…mungkin…mungkin)

Misalnya, pada percakapan nomor 6 tardapat kata “naikja” yang pada tingkatan fonetik dan semantik meragukan karena dalam bahasa Selayar kata “naik” mengandung dua makna yaitu “naik” atau “pergi”, jadi untuk menganalisis kata “naikja” tersebut harus ditempatkan pada konteks percakapannya di atas sehingga diketahui arti yang diinginkan yaitu “pergi”.

Percakapan nomor 7 juga demikian. Kata “barang” dalam bahasa Selayar mengandung makna “barang (benda)” dan “mungkin”, sehingga kita harus memerhatikan konteksnya dalam berucap, karena  ditandai dengan tanda (…) dan diperhatikan kata-kata sebelum kata “barang” tersebut maka makna yang muncul adalah kata “mungkin” karena terdapat keragu-raguan dalam ucapannya.

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s