Tugas 3 Psikolinguistik ( A. Pada Uleng )

1.     Teori Ferdinand De Saussure

Ferdinand de Saussure merupakan salah satu  Bapak Linguistik Modern. Dalam semilogi Saussure berpendapat bahasa sebagai “suatu sistem tanda yang mewujudkan ide” dapat dibagi menjadi dua unsur: langue (bahasa), sistem abstrak yang dimiliki bersama oleh suatu masyarakat yang digunakan sebagai alat komunikasi, dan parole (ujaran), realisasi individual atas sistem bahasa.

Parole adalah bahasa yang konkret yang keluar dari mulut seseorang pembicara. Jadi, karena sifatnya yang konkret itu maka parole itu bisa didengar.

Langue adalah bahasa tertentu sebagai satu sistem tertentu seperti bahasa Inggris atau bahasa Jawa menggunakan istilah bahasa. Jadi, sifatnya abstrak, hanya ada dalam otak penutur bahasa yang bersangkutan.

Langage adalah bahasa pada umumnya sebagai alat interaksi manusia seperti tampak dalam kalimat “Manusia punya bahasa, binatang tidak”. Jadi langage  ini juga bersifat abstrak.

CONTOH PERCAKAPAN :

Syam : ( duduk berhadapan dengan Apri ) Apri mauka bicara tentang kemarin.

Apri :  Iyo… bicara meko cika’ !

Syam : Kemarin toh itu terlambatka kembali ke panggungnya bestra karna ketiduranka

Apri :  Jadi apaji na tanyako senior ?

Syam : Malamnya ke Bestraka menghadap sama kak Asrul saya ceritakanmi sama kak Asrul bilang “kemarin ketiduranka kak, sebenarnya waktu   habis sholat duhur mau meka kembali ke panggung bestra tapi hujanki jadi tidur-tidurka lagi sama Apri kak na tidak sadarki ketiduran betulka, pas bangun soremi,”

Apri :    Jadi apa lagi dia bilang kak Asrul cika’ ?

Syam :  Kak Asrul bilang “io dimaklumi poeng besokpi diadakan untuk audisi ulang sama teman-temanmu yang tidak ikut juga tadi”

Apri : Oh…bae’mi padeng kalau begitu.

Langue : Dalam dialog tersebut dapat dilihat ketika Syam menceritakan kepada Apri bahwa dia sudah menghadap kepada seniornya kenapa dia tidak datang kembali ke panggung bestra dalam percakapan tersebut. Apri dan Syam menggunakan bahasa tertentu dan menggunakan istilah bahasa.

Parole   : Dalam dialog tersebut yang menjadi parole misalnya ketika Syam menjelaskan kepada Apri tentang kejadian sewaktu Syam menghadap kepada seniornya, dalam percakapan tersebut terdapat kata “Oh..” yang konkret keluar dari mulut seorang pembicara. ( Hal tersebut dikatakan parole karena parole itu bersifat konkret atau bisa didengar ).

Langage: Peracakapan diatas termasuk Langage karena bahasa yang digunakan oleh Syam dan Apri bahasa pada umumnya yang sering digunakan.

2.     Teori Leonard  Bloomfield

Leonard Bloomfield (1887-1949) seorang tokoh linguistik Amerika, sebelum mengikuti aliran behaviorisme dari Watson dan Weiss, adalah seorang penganut paham mentalisme yang sejalan dengan teori psikologi Wundt. Kemudian beliau menentang mentalisme dan mengikuti aliran perilaku atau behaviorisme. Hal ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan linguistik Amerika, terutama di sekolah linguistik Yale yang didirikan menurut ajarannya. Bloomfield menerangkan makna (semantik) dengan rumus-rumus behaviorisme. Akibatnya, makna menjadi tidak dikaji oleh linguis-linguis lain yang menjadi pengikutnya. Unsur¬-unsur linguistik diterangkannya berdasarkan distribusi unsur-unsur tersebut di dalam lingkungan (environment) di mana unsur-unsur itu berada. Distribusi dapat diamati secara langsung sedangkan makna tidak dapat. Leonard Bloomfield dan Strukturalis Amerika. Disebut aliran Bloomfield karena bermula dari gagasan Bloomfield. Disebut aliran taksonomi karena aliran ini menganalisis dan mengklasifikasikan unsur-unsur bahasa berdasarkan hubungan hierarkinya.

CONTOH :

Syam dan Apri sedang duduk dipelataran-pelataran gedung DC FBS UNM. Syam menceritakan kepada Apri tentang kejadian kemarin pada saat audisi penerimaan anggota baru BESTRA. Apri mauka cerita tentang kemarin, (Syam). Iyo cerita meko ! (Apri) dan akhirnya merekapun cerita panjang lebar. Secara skematis peristiwa itu digambarkan :

1)      Syam melihat Apri (S= stimulus)

2)      Otak Syam bekerja dari melihat Apri hingga bercerita kepada Apri.

3)      Perilaku atau kegiatan Syam sewaktu berbicara kepada Apri (r= respons)

4)      Bunyi-bunyi atau suara yang dikeluarkan Syam waktu berbicara kepada Apri (…)

5)      Perilaku atau kegiatan Apri sewaktu mendengarkan bunyi-bunyi atau suara yang dikeluarkan Syam (s= stin 1 ulus)

6)      Otak Apri bekerja mulai dari mendengar bunyi suara Syam sampai bertindak.

7)      Apri bertindak duduk mendengarkan cerita dari Syam (R= respons).

3.     Teori John Rupert Firth

Pada tahun (1890-1960) seorang guru besar pada Universitas London yang bernama John R. Firth telah mengemukakan sebuah teorinya mengenai fonologi prosodi. Karena itulah, teori yang dikembangkannya tersebut kemudian dikenal dengan nama aliran Forosodi; tetapi disamping itu dikenal pula dengan nama aliran firth, atau aliran Firthian, atau aliran London.

Fonologi prosodi adalah suatu cara untuk  menentukan arti pada  tataran fonetis. Dimana fonologi prosodi tersebut terdiri dari satuan-satuan fonematis berupa unsur-unsur segemental; yakni konsonan, vokal, sedangkan satuan prosodi berupa ciri-ciri atau sifat-sifat struktur yang lebih panjang daripada suatu segmen tunggal.

Aliran London atau biasa juga disebut fonologi prosodi adalah  suatu cara untuk menentukan arti pada tataran fonetis. Dimana arti pada pokok tataran fonematis tersebut yaitu berupa unsur-unsur segemental (consonant  dan vokal).

Arti atau makna menurut teori Firth adalah hubungan antara satu unsur pada satu tingkatan dengan konteks unsur itu pada tingkatan yang sama. Jadi, arti tiap kalimat terdiri dari lima dimensi, yaitu berikut ini.

1.   Hubungan tiap fonem dengan konteks fonetiknya (hubungan fonem satu sama lain dalam kata).

2.    Hubungan kata-kata satu sama lain dalam kalimat.

3.   Hubungan morfem pada satu kata dengan morfem yang sama pada kata lain, clan hubungannya dengan kata itu.

4.    Jenis kalimat clan bagaimana kalimat itu digolongkan.

5.    Hubungan kalimat dengan konteks situasi.

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s