tugas 3

1. Teori Ferdinand De Saussure

fenomena bahasa secara umum disebutnya langage dimana langue memiliki segi individual dan segi sosial, sedangkan langue dan parole merupakan bagian dari langage yang memiliki kedua aspek yang ada dalam langage tersebut. Dilihat secara keseluruhan,langage adalah multi bentuk, heteroklit dan psikis, langage menjadi bagian, baik dari bidang individu maupun dari bidang sosial dan tidak dapat diklasifikasikan dalam kategori fakta kemanusiaan mana pun karena tidak dapat menonjolkan keutuhannya.

Contoh Percakapan :

Asrul : Bagaimanami kegiatanmu Ilyas ? adaji uang ?

Ilyas : Sebenarnya mau rapat ini

Asrul : Kenapa paeng ?

Ilyas : nanti rapatki baru setengah-setengahji rapatnya baru rapat besok diulangji lagi.

Asrul : Jadi besok rapat lagi ?

Ilyas : iya

Asrul : Bagaimana danamu sekarang ?

Ilyas : Dana yang dipegang bendahara sekarang Cuma Rp. 242.000

Asrul : Jadi bagaimana usahamu selanjutnya ?

Ilyas : Ada tawaran bagaimana kalau pengurus dan panitia kumpul-kumpul uang sekitar Rp.10.000/orang untuk tambahan dana.

Asrul : Kamseupay sekali caamu cika’ ! Bisaji iya, Cuma harusko juga berpikir bagaimana harus ada dana kreatifmu supaya berjalanki ini kegiatanmu.

Keterangan :

Parole : Bahasa yang konkret yang keluar dari mulut seorang pembicara. Kata “KAMSEUPAY” pada percakapan diatas tidak dipahami oleh Ilyas, sehingga Ilyas menganggap bahwa kata itu hanya sekedar bunyi-bunyian yang diucapkan oleh Asrul dan tidak mempunyai makna.

Langue : Bahasa tertentu sebagai satu sistem tertentu seperti bahasa Inggris atau bahasa Jawa menggunakan istilah bahasa. Hanya ada dalam otak penutur langue ini sulit dianalisis dalam percakapan, karena kita tidak mengetahui apa yang ada dalam otak penutur.

Langage : Bahasa pada umumnya sebagai alat interaksi manusia seperti tampak dalam kalimat “Manusia punya bahasa binatang tidak”. Langage juga bersifat abstrak. Contoh pada percakapan diatas “ada tawaran kalau pengurus dan panitia kumpul-kumpul dana sekitar Rp.10.000/orang untuk tambahan dana.

2. Teori Leonard Bloomfield

Leonard Bloomfield lahir pada tanggal 1 April 1887, di Chicago. Dia lulus dari Harvard College pada usia 19 dan melakukan pekerjaan pascasarjana selama 2 tahun di University of Wisconsin, dimana ia juga mengajar di Jerman. Minatnya dalam linguistik terangsang oleh Eduard Prokosch, seorang ahli bahasa di departemen Jerman. Bloomfield menerima gelar doktor dari University of Chicago pada tahun 1909.Leonard Bloomfield (1887-1949,Amerika) Dalam menganalisis bahasa Bloomfield dipengaruhi oleh 2 aliran psikologi yang saling bertentangan yaitu mentalisme dan behaviorisme. Pada mulanya beliau menggunakan prinsip-prinsip mentalisme(yang sejalan dengan teori psikologi Wundt). Di sini beliau berpendapat bahwa berbahasa dimulai dari melahirkan pengalaman yang menyenangkan terutama karena adanya tekanan emosi yang kuat. Jika melahirkan pengalaman dalam bentuk bahasa ini karena adanya tekanan emosi yang kuat maka muncullah ucapan(kalimat) ekslamasi. Jika pengalaman ini lahir dari keinginan berkominasi maka lahirlah kalimat deklarasi. Jika keinginan berkomunikasi ini bertukar menjadi kenginan untuk mengetahui maka akan menjadi kalimat interogasi.

Asrul dan Ilyas duduk dipanggung bestra. Asrul melihat Ilyas dan bertanya kepada Ilyas bahwa bagaimana tentang dana untuk kegiatan yang akan dibuat oleh Ilyas. Ilyas menjawab, bahwa dana yang dipegang oleh bendahara Rp.242.000. Asrul pun kembali bertanya, jadi bagaimana usahamu Ilyas ? Ilyas pun kembali menjawab, ada tawaran bagaiman kalau pengurus kumpul-kumpul uang Rp.10.000/orang untuk tambahan dana.

1) Asrul melihat Ilyas (S= stimulus)

2) Otak Asrul bekerja mulai melihat ilyas hingga bertanya kepada ilyas

3) Prilaku asrul sewaktu bertanya kepada ilyas (R = respon)

4) Bunyi-bunyi atau suara yang dikeluarkan asrul sewaktu bertanya kepada ilyas (…)

5) Prilaku ilyas sewaktu mendengarkan bunyi-bunyi atau suara yang dikeluarkan oleh asrul (s=stimulus)

6) Otak ilyas bekerja mulai dari mendengar bunyi suara asrul sampai bertindak

7) Ilyas bertindak untuk mengumpulkan uang sepuluh ribu untuk setiap pengurus panitia untuk tambahan dana

3. Teori John Rupert Firth

Rupert Firth (1890-1960) adalah seorang linguis Inggris yang pada tahun 1944 mendirikan sekolah linguistik deskriptif di London. Menurut Firth dalam kajian linguistik yang paling penting adalah konteks. Dalam teori Firth ada konteks fonologi, morfologi, leksikon, dan situasi. Beliau sangat terkenal karena teorinya mengenai fonologi prosodi. Karena itulah, aliran yang dikembangkannya dikenal dengan nama aliran Prosodi. Fonologi prosodi terdiri dari satuan-satuan fonematis dan satuan prosodi. Satuan-satuan fonematis berupa unsur-unsur segmental, yaitu konsonan dan vokal, sedangkan satuan prosodi berupa ciri-ciri atau sifat-sifat struktur yang lebih panjang dari pada suatu segmen tunggal. Ada tiga macam pokok prosodi, yaitu :

1) Prosodi yang menyangkut gabungan fonem; struktur kata, struktur suku kata, gabungan konsonan, dan gabungan vokal;

2) Prosodi yang terbentuk oleh sendi atau jeda; frosodi yang terbentuk oleh sendi atau jeda artinya jeda atau persendian mempunyai hubungan erat dengan hentian bunyi dalam arus ujar. Kenapa disebut jeda? Yakni karena ditempat perhentian itulah terjadinya persambungan antara segmen yang satu dengan segmen yang lainnya.

3) Prosodi yang realisasi fonetisnya melampui satuan yang lebih besar daripada fonem-fonem suprasegmental. Pada percakapan tadi terdapat kata “kegiatan” yang belum diketahui bahwa kegiatan apa yang akan dilaksanakan. Ketika kita menghubungkan kata kegiatan dengan konteks situasi dan kondisi pada saat percakapan berlangsung maka kita dapat mengambil kesimpulan bahwa kegiatan yang akan dilaksanakan teman-teman bestra adalah perekrutan anggota baru.

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s