tugas psikolinguistik 3

Menganalisis percakapan berdasarkan tiga teori, yaitu Ferdinand de Saussure, Leanard Bloomfield, dan teori John Rupert Firt.

Contoh percakapan :

Noni : mau kemana ki ?  kamu sangat menarik hati.

Kiki : mau ke MP ( moll panakukkang)

Noni : sama siapa ?

Kiki : sama teman-teman . Mau ki ikut ?

Noni : tdk jie.

Kiki : ok deh. Lo begitu saya pergi dulu.

Noni : ok. Hati-hati. Jangan lupa oleh-oleh buat saya. Heheheh

Kiki : emoh . hehehe

  1. 1.      Ferdinand de Saussure

Dalam artikel berjudul Ferdinand de Saussure, telah dikemukakan pengaruh besar Saussure dalam ilmu Linguistik. Dia disebut “bapak” strukturalisme karena mengadakan perubahan besar-besaran di bidang lingustik. Dia yang pertama kali merumuskan secara sistematis cara menganalisa bahasa, yang juga dapat dipergunakan untuk menganalisa sistem tanda atau simbol dalam kehidupan masyarakat, dengan menggunakan analisis struktural. Dalam buku yang disusun oleh mantan mahasiswanya Cours de Linguistique Generale, De Saussure ingin mengemukakan bahwa bahasa dapat dikaji dengan teori yang mandiri yang disebutnya “linguistique”.

Menurut teori Ferdinand De Saussure ada tiga empat konsep penting :

  1. Telaah diakronis dan telaah sinkronis

Saussure membedakan telaah bahasa secara diakronis dari telaah bahasa secara sinkronis. Yang pertama mempelajari waktu ke waktu, sedang yang kedua mempelajari bahasa pada waktu tertentu saja. Barang kali bagi kita sekarang pembedaan tersebut merupakan hal yang biasa. Tidaklah demikian halnya pada waktu itu.

  1. Langue dan parole

Langue adalah bahasa tertentu sebagai suatu sistem tertentu seperti bahasa Inggris atau bahasa jawa menggunakan istilah bahasa.

Kiki : emoh . hehehe

Parole adalah bahasa yang konkret yang keluar dari mulut seseorang pembicara.

Noni : ok. Hati-hati. Jangan lupa oleh-olehnya. Heheheh

  1. Signifikant dan signifie

Tanda bahasa menyatukan atau menghubungkan suatu konsep dengan citra bunyi. Yang dimaksud dengan citra bunyi adalah kesan psikoligis bunyi yang timbul dari pikiran kita. Citra bunyi inilah yang disebut dengan nama significant. Yang dimaksud dengan signifie adalah pengertian atau kesan makna yang ada dalam pikiran kita. Kedua signifiant dan signifie berhubungan erat, tidak dapat dipisahkan satu dari yang lain. Keduanya merupakan suatu kesatuan psikologis.

  1. Hubungan sintagmatik dan paradigmatik

Saussure membedakan dua tipe hubungan, yakni hubungan sintagmatik dan hubungan paradigmatik, hubungna sintagmatik adalah hubungan antara unsur-unsur yang terdapat dalam suatu tuturan, hubungan inpreasentia. Hubungan paradifmatik adalah hubungan antara unsur-unsur yang terdapat dalam sutau tuturan dengna unsur-unsur sejenis  yang tidak terdapat dalam tuturan yang bersangkutan, hubungan in absetian.

  1. 2.      Teori Leonard Bloomfield

Leanard Bloomfield (1887-1949) seorang tokoh linguistik Amerika. Bloomfield dalam analisisnya berusaha memenggal-menggal bagian-bagian bahasa itu, serta menjelaskan hakikat hubungan di antara bagian-bagian itu mulai dari fonem, morfem, kata, frase, dam kalimat. Kemudian beliau juga menerangkan lebih jauh tentang tata bahasa serta memperkenalkan banyak definisi, istilah, atau konsep yang terlalu teknis untuk dibicarakan di sisni seperti konsep taksem, semem, tagmen, episemen, dan lain-lain.

  1. Morfem adalah satuan atau unit terkecil yang mempunyai makna dari bentuk leksikon.

Noni : mau kemana ki ?  kamu sangat menarik hati.

Terdiri dari morfem sangat, me-narik, dan hati.

  1. Frase adalah unit yang tidak minimum yang terdiri adri dua bentuk bebas atau lebih.

Noni : ok. Hati-hati. Jangan lupa oleh-oleh saya. Heheheh

Terdapat dua frase jangan lupa ole-olehnya,yaitu frase jangan lupa  dan oleh-oleh  saya

  1. Kata adalah bentuk bebas yang minimum terdiri dari satu bentruk bebas dan di tambah bentuk-bentuk yang tidak bebas.

Mislanya pada peckapan di atas ada kata menarik.

  1. Kalimat adalah ujaran yang tidak merupakan bagian dari ujaran lain dan merupaka satu ujaran yang maksimum.

Noni : ok. Hati-hati. Jangan lupa oleh-oleh buat saya. Heheheh

  1. 5.      Teori John Rupert Firt

John Rupert Firt (1890-1960)n adalah seorang linguistik inggris yang pada tahun 1944 mendirikan sekolah linguistik deskriptip di London. Menurut Firt struktur bahasa itu terdiri dari lima tingkatan yaitu tingkatan fonetik, leksikon, morfologi, sintaksis, dan semantik.

  1. Tingkatan fonetik

Kiki : sama teman-teman.

  1. Tingkatan leksikon
  2. Tingkatan semantik

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s