Tugas 4 Psikolinguistik

Contoh Teori-teori stimulus respon menurut beberapa pakar!

TEORI-TEORI STIMULUS RESPON

  1. 1.      Teori Ivan Petrovich Pavlov

Ivan Petrovich Pavlov adalah seorang fisiolog, psikolog, dan dokter Rusia. Ia dilahirkan 14 September 1849 di Rjasan sebuah desa kecil di Rusia Tengah. Pavlov lebih tertarik pada fisiologi ketimbang psikologi. Ia melihat pada ilmu psikiatri yang masih baru saat itu sedikit meragukan. Namun ia sungguh-sungguh berpikir bahwa refleks terkondisi dapat menjelaskan perilaku orang gila. Teori Ivan adalah teori pembiasaan.

Contoh:

Pada saat diskusi dalam kelas, saya mengacungkan tangan dan bertanya untuk melatih diri saya dan menghilangkan grogi, nervous, kurang Pe-De, demam panggung dan sebagainya. Maka lama-kelamaan saya akan tetap mengacungkan tangan karena pembiasaan yang sudah saya lakukan. Inilah bentuk dari teori pembiasaan oleh Ivan Pavlov.

  1. 2.      Teori Asosiasi Edward L. Thorndike

Edward L. Thorndike (1874-1949) adalah salah seorang penganut paham psikologi tingkah laku. Teori tersebut menyatakan bahwa belajar pada hewan dan manusia pada dasarnya berlangsung menurut prinsip yang sama yaitu, belajar merupakan peristiwa terbentuknya ikatan (asosiasi) antara peristiwa-peristiwa yang disebut  stimulus (S) dengan respon (R) yang diberikan atas stimulus tersebut. Dengan demikian diketahui bahwa supaya tercapai hubungan antara stimulus dan respons perlu adanya kemampuan untuk memilih respons yang tepat serta melalui usaha-usaha atau percobaan-percobaan (trials) dan kegagalan-kegagalan (error) terlebih dahulu. Thorndike mengemukakan bahwa terjadinya asosiasi antara stimulus dan respon ini mengikuti hokum-hukum berikut:

1)      Hukum kesiapan (law of readiness)

2)      Hukum latihan (law of exercise)

3)      Hukum akibat (law of effect)

Contoh:

Saya diminta oleh orang tua saya untuk belajar dengan giat agar saya dapat menyelesaikan kuliah saya dengan cepat. Setelah saya mendapatkan nilai bagus, maka saya akan merasa senang dan orang tua saya juga ikut senang. Dengan mendapatkan nilai yang bagus maka saya diberi hadiah.

Pada contoh di atas merupakan hukum akibat (law effect) yaitu asosiasi yang terbentuk antara stimulus dan respon diikuti oleh suatu kepuasan maka asosiasi akan semakin meningkat. Hal ini berarti (idealnya), jika suatu respon yang diberikan oleh seseorang terhadap stimulus.

  1. 3.      Teori Behaviorisme dari John Broades Watson

John Broades Watson dilahirkan di Grenville pada tanggal 9 Januari 1878. Ia mempelajari ilmu filsafat. Watson dikenal sebagai ilmuwan yang banyak melakukan penyelidikan tentang psikologi binatang. John Watson dikenal sebagai pendiri aliran behaviorisme di Amerika Serikat. Menurut Watson dalam beberapa karyanya, psikologi haruslah menjadi ilmu yang obyektif, oleh karena itu ia tidak mengakui adanya kesadaran yang hanya diteliti melalui metode instropeksi.

Teori belajar S-R (stimulus-respon) yang langsung ini disebut juga dengan koneksionisme menurut Thorndike, dan behaviorisme menurut Watson, namun dalam perkembangan besarnya koneksionisme juga dikenal dengan psikologi behavioristik. Teori perubahan perilaku (belajar) dalam kelompok behaviorisme ini memandang manusia sebagai produk lingkungan. Segala perilaku manusia sebagian besar akibat pengaruh lingkungan sekitarnya. Lingkunganlah yang membentuk kepribadian manusia. Behaviorisme tidak bermaksud  mempermasalahkan norma-norma pada manusia.

Contoh:

Sebelum saya menuntut ilmu di Makassar. Saya adalah seorang anak yang pemalu dan pendiam. Tapi selama saya berada di Makassar, perlahan sifat pemalu dan pendiam saya mulai berkurang karena lingkungan yang ada di sekitar saya berbeda dengan lingkungan yang ada sebelum saya di Makassar. Pribadi yang terbentuk dalam diri saya dipengaruhi oleh lingkungan sekitar.

  1. 4.      Teori Kesegeraan dari Edwin Guthrie

Azas belajar Guthrie yang utama adalah hukum kontiguiti. Yaitu hubungan stimulus-stimulus yang disertai suatu gerakan, pada waktu timbul kembali cenderung akan diikuti oleh gerakan yang sama (Bell, Gredler, 1991). Guthrie juga menggunakan variabel hubungan stimulus dan respon untuk menjelaskan terjadinya proses belajar. Belajar terjadi karena gerakan terakhir yang dilakukan mengubah situasi stimulus sedangkan tidak ada respon lain yang dapat terjadi. Hubungan antara stimulus dan respon bersifat sementara, oleh karena dalam kegiatan belajar peserta didik perlu sesering mungkin diberi stimulus agar hubungan stimulus dan respon bersifat lebih kuat dan menetap.

Contoh:

Besok saya akan mengikuti ujian semester, maka saya akan belajar dengan giat agar saya mendapatkan nilai yang memuaskan. Tetapi setelah ujian semester selesai, hampir semua yang saya pelajari hilang dalam pikiran saya sehingga semua yang saya pelajari kemarin hanya bersifat sementara. Sehingga  hubungan antara stimulus dan respon hanya bersifat sementara.

  1. 5.      Teori Burrhus Frederic Skinner

Burrhus Frederic Skinner (1904-1990) adalah tokoh behavioris dengan pendekatan model instruksi langsung (directed instruction) & meyakini bahwa perilaku dikontrol melalui proses operant conditioning yang berkebangsaan Amerika. Gaya mengajar guru dilakukan secara searah dan dikontrol melalui pengulangan (drill) dan latihan (exercise). Menurut Skinner unsure yang terpenting dalam belajar adalah adanya penguatan (reinforcement).

Contoh:

Saya tidak suka menghitung, saya disuruh mengerjakan soal matematika setengah jam setiap hari dengan imbalan sebuah coklat silverqueen setiap selesai belajar. Dengan harapan bahwa saya akan terbiasa berhitung.

Pada contoh di atas merupakan positive reinforcement yaitu cara untuk memperkuat suatu perilaku atau menghambat perilaku dengan cara memberikan sesuatu yang menyenangkan bagi subyek segera setelah perilaku itu muncul.

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s