tugas ke IV

Tugas ke 4

         I.            Teori Ivan Petrovich Pavlov

Teori Ivan Petrovich Pavlov adalah seorang  fisilog, psikolog, dan dokter Rusia. Eksperimen dan karya yang membuat Pavlov memiliki reputasi di bidang psikologi bermula sebagai studi dalam perencanan. Classic Condition (pengkondisisan atau persyaratan klasik atau pembiasaan) adalah proses yang ditemukan Pavlov dalam percobaannya. Dengan menerapkan strategi Pavlov ternyata, Pavlov individu yang dapat dikendalikan melalui cara mengganti stimulus alami dengan stimulus yang tepat untuk mendapatkan pengulangan respon yang diinginkan, sementara individu tidak menyadari bahwa ia dikendalikan oleh stimulus yang berasal dari luar dirinya. Ia juga menemukan bahwa refleks terkondisi akan tertekan bila rangsangan ternyata terlalu sering “salah”.

Hal yang pernah saya alami

Setiap pagi saya di antar ke kampus oleh teman dekat saya (sebagai stimulus), awalnya saya tidak terlalu merespon hal yang dia lakukan tetapi setelah hal tersebut dia lakukan berulang-ulang dia mengantar saya, akhirnya saya merespon hal tersebut karena sudah menjadi kebiasaan, suatu saat dia tidak mengantar saya ke kampus saya merasakan kehilangan karena dulunya selalu mengantar saya lalu tidak.

Saya anaknya malas belajar, orang tua saya (stimulus) setiap saat mengingatkan untuk rajin balajar, sekarang saya (respon) jauh dari orang tua saya dan tidak pernah mengingatkan saya lagi untuk belajar, karena seringnya orang tuanya saya mengingatkan, meskipun tidak diingatkan lagi saya tetap selalu belajar, karena itu sudah menjadi kebiasaan.

Bangun pagi adalah hal yang tersulit saya lakukan. Setiap pukul 05.00 saya membunyikan alarm saya. Suatu ketika baterai jam alarm saya lemah, akhirnya alarm saya tidak berdering, meskipun alarm saya tidak berdering saya tetap bangun jam 05.00 karena itu sudah menjadi kebiasaan saya.

      II.            Teori Asosiasi Edward L.Thorndike

            Edward L.Thorndike (1874-1849) adalah salah seorang penganut paham psikologi tingkah-laku. Teori belajar koneksionisme atau teori asosiasi yang demikian itu disebut “bond” atau “conection”. Bentuk belajar paling khas baik pada hewan maupun pada manusia menurutnya adalah “trial and error learning and conection learning” dan berlangsung menurut hukum-hukum tertentu. Dengan demikian supaya tercapai hubungan antara stimulus dan respon perlu adanya kemampuan untuk memilih respon yang tepat serta melalui usaha-usaha atau percobaan-percobaan (trials) dan kegagalan-kagagalan (error) terlebih dahulu. Percobaan tersebut menghasilkan teori “trial and error” atau “selecting and conecting”, yaitu belajar itu terjadi dengan cara mencoba-coba dan membuat salah.

Hal yang pernah saya alami

            Pertama kali saya membuat nasi goreng rasanya tidak enak tetapi karena saya sering mencoba membuatnya kembali dan mempelajari kembali cara membuatnya akhirnya rasa nasi goreng saya sudah enak.

Pertama kali saya belajar naik sepeda saya selalu jatuh tetapi saya  berulang-ulang latihan dan mencobanya dan terus belajar  akhirnya saya bisa naik sepeda.

   III.            Teori belajar Behaviorisme oleh John Broades Watson

John Watson dikenal sebagai pendiri aliran behaviorisme di Amerika Serikat. Karyanya yang paling dikenal adalah “Psychology  as the Behaviourist view it” (1913). Menurut Watson dalam beberapa karyanya, psikologi haruslah menjadi ilmu yang obyektif, oleh karena itu ia tidak mengakui adanya kesadaran yang hanya diteliti melalui metode introspeksi. Penekanan Teori Behviorisme adalah perubahan tingkah laku setelah terjadi proses belajar dalam diri siswa. Segala prilaku manusia sebagian besar akibat pengaruh lingkungan sekitarnya. Lingkunganlah yang membentuk kepribadian manusia.

Hal yang pernah saya alami

            Sebelum saya tinggal di Makassar saya tidak tau berdandan apalagi berpenampilan tetapi setelah saya tinggal di Makassar saya sudah mulai berdandan dan berpenampilan itu disebabkan karena lingkunganlah yang memengaruhi manusia, mengikuti lingkungan sekitarx.

   IV.            Teori Edwin Guthrie

Teori Edwin Guthrie adalah profesor psikologi di university of Washington dari 1994. Karya dasarnya adalah The Psycholoy of Learning, yang dipublikasikan pada 1935 dan direvisi pada 1952. Asas belajar Guethrie yang utama adalah hukuman kontiguiti. Yaitu gabungan stimulus – stimulus yang disertai suatu gerakan, pada waktu timbul kembali cenderung akan diikuti oleh gerakan yang sama. Guthrie mengemukakan bahwa “hukuman”memegang peran penting dalam proses belajar, menurutnya suatu hukuman yang diberikan pada saat yang tepat, akan mampu mengubah kebiasaan seseorang.

Hal yang pernah saya alami

            Dalam mata kuliah sintaksis saya mendapat nilai D, jika saya dapat menunjukkan respon berupa reaksi saya untuk belajar lebih giat lagi dan mendapat nilai A. Di sini saya dianggap telah menunjukkan perubahan.

      V.            Teori Burrhus Frederic Skinner (1904-1990)

Teori Burrhus Frederic Skinner (1904-1990) berkebangsaan Amerika dikenal sebagai tokoh behavioris dengan pendekatan model intruksi langsung dan meyakini bahwa prilaku dikontrol melalui proses operant conditioning. Manejemen kelas menurut Sinner adalah berupa usaha untuk memodifikasi prilaku antara lain dengan proses penguatan yaitu memberi penghargaan pada prilaku yang diinginkan dan tidak memberi imbalan apapun pada prilaku yang tidak tepat. Menurut Skinner unsur yang terpenting dalam belajar adalah adanya penguatan (reinforcement) maksudnya penguatan yang terbentuk melalui ingatan stimulus- respon akan semakin kuat apabila diberi penguatan. Skinner membagi menjadi dua yaitu penguatan positif dan penguatan negatif. Bentuk-bentuk penguatan positif adalah : hadiah, permen, kado, makanan, prilaku (senyum, menganggukkan kepala untuk menyetujui, bertepuk tangan, mengacungkan jempol), atau penghargaan. Bentuk-bentuk penguatan negatif : manunda/tidak memberi penghargaan, memberi tugas tambahan atau menunjukkan prilaku tidak senang (menggeleng, kening berkerut, muka kecewa)

Hal yang pernah saya alami

a            Penguatan positif

Pada saat saya persentasi dihadapan kelas dan saya mampu menjawab pertanyaan yang diajukan oleh forum dan ibu dosen mengangguk kepalanya untuk menyetujui sambil tersenyum secara tidak langsung saya diberikan penguatan positif oleh dosen saya.

b            Pengutan negatif

Ketika saya sudah berusaha menjelaskan kepada teman-teman tentang materi yang saya bawakan tetapi semua teman menggelengkan kepalanya dan tidak mengerti apa yang saya bawakan. Di sinilah tersirat penguatan negatif secara langsung.

Pada saat dosen mengajukan pertanyaan tetapi tak seorangpun mahasiswa yang mampu menjawab pertanyaan tersebut, maka seorang dosen memberikan penguatan yang negatif dengan menggeleng-gelengkan kepalanya dan mengatakan gomblok kepada semua mahasiswa tersebut.

 

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s