Tugas Psikolinguistik 4 INDAH rUKHMIATI 105104014 pbsi A. UNM

Teori-teori Stimulus Respon

  Teori Ivan Petrovich Pavlov
Classic conditioning (pengkondisian atau persyaratan klasik) adalah proses yang ditemukan Pavlov melalui percobaannya terhadap anjing, dimana perangsang asli dan netral dipasangkan dengan stimulus bersyarat secara berulang-ulang sehingga memunculkan reaksi yang diinginkan. Eksperimen-eksperimen yang dilakukan Pavlov dan ahli lain tampaknya sangat terpengaruh pandangan behaviorisme, dimana gejala-gejala kejiwaan seseorang dilihat dari perilakunya . intinya, Teori Ivan Pavlov adalah pembiasaan.
contohnya: awalnya,saya selalu telat bangun sholat subuh, biasanya ibu saya yang membangunkan saya setiap hari, tetapi karena sekarang saya sudah jauh dengan orang tua, maka lama kelamaan saya akan bangun sendiri untuk sholat subuh karena saya sudah terbiasa meskipun tidak dibangunkan lagi..
Teori Asosiasi Edward L.Thorndike
Edward L.Thorndike (1874-1849) adalah salah seorang penganut paham psikologi tingkah-laku. Teori belajar koneksionisme atau teori asosiasi yang demikian itu disebut “bond” atau “conection”. Bentuk belajar paling khas baik pada hewan maupun pada manusia menurutnya adalah “trial and error learning and conection learning” dan berlangsung menurut hukum-hukum tertentu. Dengan demikian supaya tercapai hubungan antara stimulus dan respon perlu adanya kemampuan untuk memilih respon yang tepat serta melalui usaha-usaha atau percobaan-percobaan (trials) dan kegagalan-kagagalan (error) terlebih dahulu. Percobaan tersebut menghasilkan teori “trial and error” atau “selecting and conecting”, yaitu belajar itu terjadi dengan cara mencoba-coba dan membuat salah.
contohnya:  ketika pertama kali saya mengenal yang namanya komputer, saya tidak tau dan tidak mngerti untuk membuka atau menggunakan aplikasi dalam komputer itu, akibatnya komputer saya rusak dan harus diinstal kembali karena saya membuka aplikasi secara sembarangan, tetapi karena saya terus belajar, maka akhirnya saya mahir dan menguasai cara penggunaan komputer.
Teori Behaviorisme dari Jhon Brodes Watson
Watson juga berpendapat bahwa psikologi harus dipelajari seperti orang mempelajari ilmu pasti atau ilmu alam. Oleh karena itu, psikologi harus dibatasi dengan ketat pada penyelidikan-penyelidikan tentang tingkahlaku yang nyata saja. Meskipun banyak kritik terhadap pendapat Watson, namun harus diakui bahwa peran Watson tetap dianggap penting, karena melalui dia berkembang metode-metode obyektif dalam psikologi.
Peran Watson dalam bidang pendidikan juga cukup penting.  Ia menekankan pentingnya pendidikan dalam perkembangan tingkahlaku. Ia percaya bahwa dengan memberikan kondisioning tertentu dalam proses pendidikan, maka akan dapat membuat seorang anak mempunyai sifat-sifat tertentu. Ia bahkan memberikan ucapan yang sangat ekstrim untuk mendukung pendapatnya tersebut, dengan mengatakan: “Berikan kepada saya sepuluh orang anak, maka saya akan jadikan ke sepuluh anak itu sesuai dengan kehendak saya”.
contohnya: ketika saya masih  dikampung, saya tidak terbiasa bahkan mungkin tidak pernah memasak sendiri, cuci baju sendiri, dan tinggal sendiri. tapi, semenjak saya masuk di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Makassar, mau tidak mau saya harus melakukannya sendiri, karena saya sudah jauh dari orang tua.

Teori Edwin Guthrie
Azas belajar yang digunakan Guthrie adalah:
Hukum kontiguiti adalah satu prinsip asosionisme yaitu respon atas suatu situasi cendrung diulang, bilamana individu menghadapi suatu yang sama.
Stimulus dan respon cendrung bersifat sementara, persetujuan umum di kalangan psikolog, bahwa kontiguitas stimulus dan respon merupakan kondisi yang penting bagi proses belajar, maka dari itu diperlukan pemberian stimulus yang sering, agar hubungan itu menjadi lebih langgeng, suatu respon akan lebih kuat dan menjadi kebiasaan bila respon tersebut berhubungan dengan berbagaimacam stimulus, situasi belajar merupakan gabungan stimulus dan respon, akan tetapi asosiasi ini bisa benar dan bisa salah, oleh karenanya Gutrie mempercayai bahwa hukuman memegang peran penting dalam proses belajar, sebab jika diberikan dalam waktu yang tepat akan mampu merubah kebiasaan seseorang.
contohnya: ketika saya meminta orang tua saya untuk membelikan saya Handphone baru, saya bersedia menuruti apa yang dia mau dan yang diperintahkan kepada saya. dan ketika saya sudah dibelikan handphone yang saya mau, saya sudah tidak terlalu menuruti perintah ibu saya. ini hanya bersifat sementara dan hanya berlangsung pada saat itu.
Teori Frederic Skinner
B. F. Skinner berkebangsaan Amerika dikenal sebagai tokoh behavioris dengan pendekatan model instruksi langsung dan meyakini bahwa perilaku dikontrol melalui proses operant conditioning. Di mana seorang dapat mengontrol tingkah laku organisme melalui pemberian reinforcement yang bijaksana dalam lingkungan relatif besar. Dalam beberapa hal, pelaksanaannya jauh lebih fleksibel daripada conditioning klasik.
contohnya:  Kakak saya selalu memarahi saya bila saya selalu keluar malam, kakak saya berhenti memarahi saya ketika saya sudah tidak lagi sering keluar malam. kakak saya melakukan itu dengan harapan saya tidak melakukan hal sama yaitu sering keluar malam.

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s