TUGAS 4

TEORI PEMBELAJARAN DALAM PSIKOLOGI

 1.    Ivan Petrovich Pavlov

Pada tahun 1903 Pavlov menerbitkan hasil eksperimennya dan menyebutnya “refleks terkondisi”. Sebagai contoh, dia mengambil seekor anjing sebagai percobaannya. Dimana perangsang asli dan netral dipasangkan dengan stimulus bersyarat secara berulang-ulang sehingga memunculkan reaksi yang diinginkan.

CONTOH :

                   Sebelum saya tinggal di MAKASSAR saya tinggal bersama keluarga saya di BULUKUMBA, di sana saya tidak pernah merasakan kesendirian karena ada keluarga dan ketika saya tinggal di MAKASSAR saya tinggal di rumah saya sendirian, saya merasa sepi. Tetapi, lama-kelamaan saya sudah terbiasa dengan keadaan sepi dirumah saya. Dari contoh yang saya paparkan, rasa kebiasaan saya yang tinggal bersama keluarga menjadi “stimulus” dan rasa kebiasaan saya pada saat tinggal sendiri dan jauh dari keluarga menjadi “respon”.

2.    Teori Asosiasi Edward L. Thorndike

  Berdasarkan hasil percobaan Edward di labolatorium yang menggunakan beberapa jenis hewan, ia mengemukakan suatu teori belajar yang dikenal dengan teori “pengaitan” (connectionism). Teori tersebut menyatakan bahwa belajar pada hewan dan manusia pada dasarnya berlangsung menurut prinsip yang sama, yaitu belajar adalah bentuk ikatan (asosiasi) antara peristiwa stimulus (S) dan respon (R) yang diberikan atas stimulus tersebut.

CONTOH :

                Awalnya saya kuliah di Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, saya tidak tertarik dengan jurusan tersebut. Tetapi, setelah saya menjalaninya dan belajar terus saya menjadi suka kuliah di jurusan bahasa Indonesia itu. Saya pun ingin sekali menjadi seorang pengajar. Dari contoh tersebut saya dapat mendeskripsikan antara S dan R di mana dari saya tidak suka dan menjadi suka, hal ini dikategorikan sebagai “Stimulus (S)”, pada saat saya menjalani kuliah tersebut itu dikategorikan sebagai “Respon (R)”.

3.  Teori Behaviorisme dari john Broades Watson

Peran Watson dalam bidang pendidikan cukup penting. Ia menekankan bahwa pendidikan dalam perkembangan tingkahlaku. Ia juga memandang manusia sebagai produk lingkungan.

CONTOH :

Pada saat saya masih duduk di Sekolah Menengah Atas (SMA) cara saya presentasi dalam kelas tidak begitu lancar dan kata-kata yang saya ucapkan belum baku. Tetapi, setelah saya masuk di Perguruan Tinggi cara saya presentasi dalam kelas sudah cukup baik dibandingkan pada saat SMA.

4.   Teori kesegaran dari Edwin Guthrie

Azas belajar Guthrie yang utama adalah hukum kontiguiti. Yaitu gabungan stimulus-stimulus yang disertai gerakan yang cenderung akan diikuti oleh gerakan yang sama. Guthrie juga menggunakan variable hubungan stimulus dan respon untuk menjelaskan terjadinya proses belajar.

CONTOH :

Pada awalnya saya tidak tahu menari dan akhirnya saya mengikuti kegiatan ekstra kulikuler menari. Karena saya tertarik dengan gerakan tari-tarian sehingga saya belajar dan sudah tampil di beberapa acara sekolah.

5.  Teori Burrhus Frederic Skinner

Skinner menyatakan bahwa unsur terpenting dalam belajar adalah penguatan. Skinner membagi penguatan menjadi dua yaitu penguatan positif (memberi hadiah/ penghargaan) dan penguatan negatif (menunjukkan perilaku tidak senang).

CONTOH :

Pada waktu saya masih menjadi mahasiswa baru, saya dan teman-teman sering diajarkan untuk berperilaku sopan terhadap dosen maupun senior kami. Maka senior kami pun mengadakan sebuah acara inagurasi. Acara tersebut bertujuan untuk memotivasi kami agar menjadi mahasiswa yang sopan kepada dosen,senior, maupun teman.

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s