TUGAS 4

Mencatat Kebiasaan yang Dilakukan sesuai dengan Teori-teori Stimulus Respon.

1. Teori Ivan Petrovich Pavlov

Teori ini merupakan teori stimulus respon klasik. Inti dari teori ini adalah menerapkan kebiasaan.

Contoh: Dulu, saya malas mencuci pakaian sendiri, tapi karena orang tua saya suka memberikan uang jika saya mencuci sendiri pakaian saya akhirnya sampai sekarang kebiasaan tersebut tetap ada walaupun tidak diberi uang lagi.

2. Teori Edward L. Thorndike

Prinsip dasar dari proses belajar yang dianut oleh Thorndike yaitu bahwa dasar dari belajar tidak lain adalah asosiasi, suatu stimulus akan menimbulkan suatu respon tertentu. Teori ini mengatakan bahwa dalam proses belajar pertama kali, organisme belajar dengan cara coba dan salah (trial and error).

Contoh: Awalnya saya tidak tahu memasak nasi karena hasilnya selalu terlalu lembek atau masih keras, tapi saya tetap mencoba sampai akhirnya saya tahu memasak nasi dengan benar dan hasilnya pas dengan selera.

3. Teori Behaviorisme John Broades Watson

Teori perubahan perilaku dalam kelompok behaviorisme ini, memandang manusia sebagai produk lingkungan. Segala perilaku manusia sebagian besar pengaruh lingkungan sekitarnya. Lingkunganlah yang membentuk kepribadian manusia.

Contoh: Waktu saya masih anak-anak, saya malas shalat dan lebih sering bermain saja, tapi karena lingkungan keluarga dan teman-teman saya yang sering shalat saat tiba waktunya, maka saya menjadi terbiasa shalat hingga sekarang karena situasi di lingkungan keluarga saya.

4. Teori Kesegeraan Erwin Guthrie

Asas belajar Guthrie yang utama adalah hukum kontinguiti.guthrie juga percaya bahwa hukuman memegang peranan penting dalam proses belajar. Hukuman yang diberikan pada saat yang tepat akan mampu mengubah tingkah laku seseorang.

Contoh: Sewaktu saya masih SD, saya malas mengerjakan tugas di rumah dan lebih sering mengerjakannya di sekolah. Suatu hari tiba-tiba saya terlambat dan guru saya manghukum saya karena tidak mengerjakan tugas rumah. Setelah kejadian itu saya sudah jarang mengerjakan tugas rumah di sekolah agar tidak mendapat hukuman lagi.

5. Teori Burrhus Frederic Skinner

Skinner menyatakan bahwa unsur terpenting dalam belajar adalah penguatan. Skinner membagi penguatan menjadi dua yaitu penguatan positif (memberi hadiah/ penghargaan) dan penguatan negatif (menunjukkan perilaku tidak senang).

Contoh: Sewaktu saya dan teman-teman saya kuliah, kami pernah disebut dengan kata “goblok” oleh seorang dosen kami karena saat mengikuti kegiatan perkuliahan kami lebih sering diam daripada berbicara. Ucapan dosen ini adalah untuk memberi kami motivasi agar lebih aktif dalam kegiatan perkuliahan selanjutnya, dan menurut teori Skinner, ini disebut penguatan negatif.

 

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s