Kebiasaan yang Dilakukan(sesuai Teori Stimulus Respon)

Mencatat Kebiasaan yang Dilakukan (sesuai dengan Teori-teori Stimulus Respon)

1. Teori Ivan Petrovich Pavlov

Classic Conditioning (pengondisian atau persyaratan klasik) adalah prosess yang ditemukan Pavlov melalui percobaannya terhadap anjing, di mana perangsang asli dan netral dipasangkan dengan stimulus bersyarat secara berulang-ulang sehingga memunculkan reaksi yang diinginkan. Teori ini merupakan teori stimulus respon klasik (menerapkan kebiasaan).

Contoh: Dulu, saya sangat malas mandi, tapi karena orang tua saya suka memberikan uang jajan yang lebih jika saya mandi pagi, akhirnya sampai sekarang kebiasaan tersebut tetap ada walaupun tidak diberi uang lagi oleh orang tua saya.

2. Teori Edward L. Thorndike

Edward L thorndike adalah salah seorang penganut paham psikologi tingkah laku. Berdasarkan hasil percobaannya yang menggunakan beberapa jenis hewan, ia mengemukakan suatu teori belajar yang dikenal dengan teori pengaitan. Dalam teori ini mengatakan bahwa dalam proses belajar  dengan cara coba dan salah (trial and error).

Contoh: Dulu saya tidak tahu menggoreng ikan karena keseringan hangus, saya belum tahu membedakan ikan yang sudah masak dan yang belum, tapi ibu saya selalu mendapingiku saat menggoreng ikan akhirnya tanpa di dampingi ibu saya, saya sudah bisa menggoreng ikan dengan kematangan yang pas.

3. Teori Behaviorisme John Broades Watson

Teori perubahan perilaku dalam kelompok behaviorisme ini, memandang manusia sebagai produk lingkungan. Segala perilaku manusia sebagian besar pengaruh lingkungan sekitarnya. Lingkunganlah yang membentuk kepribadian manusia.

Contoh: Waktu saya masih anak-anak, saya sangat malas membaca Al qur’an dan lebih sering bermain saja, tapi karena keluarga dan lingkungan teman-teman saya yang sering membaca Al qur’an , maka saya menjadi terbiasa hingga sekarang karena situasi di lingkungan keluarga saya dan lingkungan sekitar saya

.

4. Teori Kesegeraan Erwin Guthrie

Asas belajar Guthrie yang utama adalah hukum kontinguiti yaitu gabungan stimulus-stimulus yang disertai suatu gerakan, pada waktu timbul kembali cenderung akan diikuti oleh gerakan yang sama. Guthrie juga percaya bahwa hukuman memegang peranan penting dalam proses belajar. Hukuman yang diberikan pada saat yang tepat akan mampu mengubah tingkah laku seseorang.

Contoh: Waktu saya masih SMP, saya malas membawa buku cetak tugas kesekolah. Suatu hari saya dimarahi oleh guru saya karena kedapatan tidak membawa buku cetak ke sekolah. Setibanya di rumah saya dihukum oleh ayah saya. Setelah kejadian itu saya selalu membawa buku cetak ke sekolah agar tidak dimarahi dan hukuman lagi.

5. Teori Burrhus Frederic Skinner

Skinner menyatakan bahwa unsur terpenting dalam belajar adalah penguatan. Skinner membagi penguatan menjadi dua yaitu penguatan positif (memberi hadiah/ penghargaan) dan penguatan negatif (menunjukkan perilaku tidak senang).

Contoh: Sewaktu saya SMA, saya pernah dibilangi “bodoh” oleh  salah satu guru saya. Ucapan guru tersebut adalah untuk memberi motivasi agar lebih meningkatkan cara belajar saya. Menurut teori Skinner, ini disebut penguatan negatif.

 

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s