Teori-teori Sti…

  1. Teori-teori Stimulus Respon (Ivan Petrovich Pavlov)

Waktu kecil, setiap sore hari saya selalu mendengar bunyi serupa terompet penjual somay yang lewat di samping rumahku. Namun saya masih bingung itu suara apa. Namun lama-lama karena suara itu selalu muncul di sore hari, saya bisa menandai bahwa ternyata itu suara panggilan penjual somay (stimulus). Setelah saya mengetahui bahwa itu adalah penjual somay, maka setiap sore hari, saya pasti menunggunya untuk membeli somay (respon).

  1. Teori Asosiasi Edward L. Thorndike

Hukum akibat adalah apabila asosiasi yang terbentuk antara stimulus dan respon diikuti oleh suatu kepuasan maka asosiasi akan semakin meningkat. Contohnya, saya sangat malas membantu ibu saya di dapur, tapi pernah suatu saat ibu saya tidak ada di rumah, yang ada hanya saya dengan bapak saya dan mau tidak mau saya harus memasak untuk makan malam bersama bapakku. Masakan saya enak, itu kata bapak saya, itu membuat saya suka mempelajari buku-buku tentang masakan, sehingga setiap saya masak, pasti dapat pujian dari kedua orang tuaku.

  1. Teori Behaviorisme dari John Broades Watson

Penguatan posistif disebabkan oleh adanya ketepatan seseorang melakukan respon terhadap stimulus yang ada, dan tentunya yang sesuai dengan yang diharapkan. Contohnya, saat saya berada di bangku kelas 1 MTs. Saya selalu mendapat peringkat I dan bapakku memberi tantangan, apabila saya bisa mendapat peringkat  I lagi di kelas 2, bapakku akan memberikan Handphone. Saya kemudian membuktikan kegigihanku belajar sehingga saya dapat mempertahankan prestasi saya hingga kelas 3, dan bapakku memberikan Handphone.

Penguatan negative adalah apabilah sesorang memberi reaksi justru sebaliknya dari yang diharapkan oleh pemberi rangsang. Contohnya, pada saat saya diberi kesempatan untuk memberi tambahan jawaban terhadap jawaban yang diberikan oleh teman saya, tiba-tiba dosen memotong apa yang saya ucapkan. Hal tersebut membuat semangat saya untuk mengikuti mata kuliah tersebut menjadi surut.

  1. Teori kesegaran dari Edwin Guthrie

Pada teori ini telah dijelaskan bahwa saran utama dari teori ini adalah guru harus dapat mengasosiasi stimulus respon secara tepat. Pebelajar harus dibimbing melakukan hal yang harus dipelajari. Dalam mengelolah kelas guru tidak boleh memberikan tugas yang mungkin diabaikan oleh anak (Bell, Gredler, 1991). Setiap kali pertemuan mata kuliah Metode Pembelajaran Bahasa dan Sastra, kita selalu diberi tugas untuk meringkas mata kuliah yang akan disajikan di bangku perkuliahan. Responnya, saya mengerjakan tugas tersebut dengan baik sesuai dengan kontrak perkuliahan yang ada, Karena apa bila materi yang diringkas tidak sesuai dengan yang tertera di kontrak perkuliahan, maka materi perkuliahan tidak sesuai dan melenceng.

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s