Tugas Psikolinguistik 5 Armayanti

GANGGUAN BERBAHASA

Secara medis menurut Sidharta (1984) gangguan berbahasa dibedakan atas tiga golongan, yaitu gangguan berbicara, gangguan berbahasa dan gangguan berpikir. Ketiga gangguan ini masih dapat diatasi kalau penderita gangguan itu mempunyai daya normal; bila tidak tentu menjadi sukar atau sangat sukar.

  • Gangguan Berbicara

Berbicara merupakan aktivitas motorik yang mengandung modalitas psikis. Oleh karena itu, gangguan berbicara yang berimplikasi pada gangguan organik; dan kedua gangguan berbicara psikogenik. Gangguan bicara dapat juga berupa gangguan dalam artikulasi, hal ini disebut gangguan fonologi. Gangguan artikulasi adalah penggantian satu suara dengan suara lain, atau penghilangan satu suara, atau suara menjadi berubah sama sekali.

  1. Gangguan akibat faktor resonansi

Seorang anak kecil yang berusia 14 tahun bernama Anto tinggal di Pomalaa , Kolaka (Sulawesi Tenggara), yang kebetulan adalah keponakan saya. Dia mengalami gangguan berbicara, pada saat dia mengatakan e’apa artinya kenapa,ante artinya tante,e’eda artinya sepeda,u’en artinya pulpen, a’aaa artinya makan dan sebagainya. Saya melihat gangguan yang dialami oleh Anto disebabkan oleh faktor resonansi yang menyebabkan suara yang dihasilkan menjadi bersengau. Suara Anto menjadi bersengau karena rongga mulut dan rongga hidung yang digunakan untuk berkomunikasi melalui defek di langit-langit keras (palatum), sehingga resonansi yang seharusnya menjadi tergaggu.

  • Gangguan Berbahasa

Berbahasa, berarti berkomunikasi dengan menggunakan suatu bahasa. Untuk dapat berbahasa diperlukan kemampuan mengeluarkan kata-kata. Ini berarti, daerah Broca dan Wernicke harus berfungsi dengan baik, kerusakan pada daerah tersebut dan sekitarnya menyebabkan terjadinya gangguan bahasa yang disebut afasia, dalam hal ini Broca sendiri menamai afemia.

Seorang pemuda bernama Edi berumur 16 tahun tinggal di Pangkep. Dia mengalami gangguan berbahasa, saat kita membahas tentang pendidikan, dia membahas tentang ekonomi. Saya melihat dia mengalami gangguan berbahasa autis, orang yang mengalami gangguan autis  cenderung menggunakan informasi yang terlalu detil tapi tidak relevan dalam pecakapan (contoh, menyebutkan tanggal dan usia ketika membicarakan peristiwa atau orang tertentu),  berbicara berlebihan pada satu topik percakapan, berpindah ke topik yang tidak semestinya, dan mengabaikan umpan pembicaraan yang dikemukakan oleh lawan bicara, seperti yang saya lihat pada Edi.

  • Gangguan Berpikir

Ekspresi verbal yang terganggu bersumber atau disebabkan oleh pikiran yang terganggu. Maksudnya gangguan ekspresi verbal sebagai akibat dari gangguan pikiran yang terjadi pada individu tersebut.

Seorang anak yang bernama Acir berusia 7 tahun tinggal di BTP. Pada saat saya bertanya jam berapa sekarang cir? Dia menjawab sekarang jam 9 : 50, tetapi dia tidak memahaminya. Dia hanya bisa mengatakan jam Sembilan, tetapi dia mengalami kebingungan. Sehingga saya berpendapat bahwa dia mengalami gangguan berpikir dyslexi yaitu kesulitan saat harus membaca jam.

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s