Tugas 5

TUGAS 5:  Mencari orang yang mengalami gangguan berbicara, berfikir, dan berbahasa di lingkungan sekitar kemudian mencari tahu penyebab terjadinya.

GANGGUAN BERBAHSA

Secara medis menurut Sidharta (1984) gangguan berbahasa dapat dibedakan atas tiga golongan , yaitu (1) gangguan berbicara, (2) gangguan berbahasa, dan (3) gangguan berfikir. Ketiga gangguan itu dapat diatasi kalau penderita gangguan itu mempunyai daya dengar yang normal; bila tidak tentu menjadi sukar atau sangat sukar.

1)      Gangguan Berbicara (Gagap)

Nama : Reza

Alamat: Btn CV DEWI Blok H1 Nomor 10. Abdullah daeng Sirua

Umur: 30 tahun

Penyebab: Kemungkinan itu adalah faktor keturunan karena orang tuanya (Ayah) juga gagap.

Alasan saya menggolangan  dia berbicara gagap karena dia mengalami gangguan kelancaran bicara yang terputus dalam satu rangkaian, apabila dia diajak berbicara setiap kali bicaranya terputus putus dalam satu kata. Misalnya ma ma mauka ma makan. Itu dia alami sejak dia kecil, dan dari dulu saya mengenal dia sampai sekarang gaya bicaranya tidak pernah berubah.

 

2)      Gangguan Berbahasa (Afasia Motorik kortikal)

Nama: Masse

Alamat: Btn Trika K 12, Perintis

Umur: 34 tahun

Penyebab: Sejak lahir dia mengalami kerusakan pada bagian otaknya, kemungkinan kerusakan itu berada pada daerah Broca.

Alasan saya menggolongkan dia afasia motorik kortikal karena setiap kali diajak berbicara dia masih bisa mengerti bahasa lisan dan bahasa tulisan dan masih bisa menggunakan bahasa tulis dan bahasa isyarat. Misalnya kalau dia diperintahkan pergi membeli sabun cuci dia hanya diperlihatkan baju kemudian mengucek-ucek baju itu dia sudah mengerti maksudnya sabun, begitu pula sesampai ia di penjual dia hanya mengucek ucek bajunya dan si penjual juga sudah mengerti maksudnya.

 

3)      Gangguan  Berfikir (Pikun)

Nama: Hj.Maji

Alamat: Kecematan Donri-Donri. Kabupaten Soppeng. Makassar

Umur: 72 tahun

Penyebab: Faktor usia

Alasan saya menggolangkan dia pikun karena apabila dia berbicara, kalimat yang dia ucapkan seringkali berulang-ulang, yang sudah dikatakan diulang lagi. Misalnya dia menyuruh saya untuk makan ‘‘nak makan dulu!’’ dan saya menjawabnya ‘‘sudah kenyang nek’’, tidak lama dia menyuruh saya makan lagi padahal dia sudah mengatakannya tadi dan pembicaraan itu tidak teringat, sering pembicaraan itu berulang sampai 5 X.

 

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s