Meneliti Gangguan Berbicara, Gangguan Berbahasa, dan Gangguan Berpikir (DARMAWATI FIRDAUS)

Meneliti Gangguan Berbicara, Gangguan Berbahasa, dan Gangguan Berpikir

  1. Gangguan Berbicara

Gangguan berbicara  merupakan gangguan berbicara akibat kelainan pada paru-paru (pulmonal), pada pita suara (laringan), pada lidah (lingual), dan pada rongga mulut dan kerongkongan (resonantal). Gangguan berbicara akibat faktor resonansi.

Nama           : Halima

Umur           : 24 tahun

Alamat        : Jl. Malaka Raya, Soppeng

Penderita mengalami gangguan tersebut karena rongga mulut dan ronggga hidung yang digunakan untuk berkomunikasi melalui palatum. Gangguan tersebut dialami penderita sejak lahir.

2. Gangguan Berbahasa

Gangguan berbahasa adalah adanya kerusakan pada daerah broca dan wernicke. Kerusakan pada daerah tersebut dan sekitarnya menyebabkan terjadinya gangguan berbahasa yang disebut afasia. Bahasa bukan sekedar alat interaksi sosial, melainkan juga memiliki fungsi dalam berbagai bidang, salah satunya adalah neurologi (otak). Gangguan berbahasa akibat faktor afasia motorik transkortikal.

Nama           : Ardi

Umur           : 10 tahun

Alamat        : Jl. Pengayoman, Soppeng

Penderita tersebut mengalami gangguan berbahasa setelah mengalami kecelakaan, saat berusia 6 tahun. Sejak saat itu penderita tidak dapat mengutarakan perkataan dengan singkat dan tepat. Misalnya untuk mengatakan “ pasar” sebagai jawaban dari pertanyaan “ kemana ibumu pergi?” penderita tidak mampu mengutarakan jawaban dari pertanyaan itu. Namun mampu untuk menjawab “ ibu pergi ke ke ke ke sana”. Jenis gangguan ini disebut dengan afasia nominatif.

3. Gangguan Berpikir

Dalam memilih dan menggunakan unsur leksikal, sintaksis dan semantik tertentu seseorang menyiratkan afeksi dan nilai pribadinya pada kata-kata dan kalimat-kalimat yang dibuatnya. Hal ini berarti, setiap orang memproyeksikan kepribadiannya pada gaya bahasanya. Gangguan berpikir adalah adanya gangguan pada ekspresi verbal manusia. Gangguan ekspresi verbal manimbulkan pikun, sisofrenis, dan depresi.

Nama     : Vicha Saraswati

Umur     : 19 tahun

Alamat : BTN Tabahria Blok G13 No.2

Penderita mengalami gangguan depresi akibat kehilangan gairah hidup karena masalah hidup yang dihadapi sangat berat dan membuat penderita tersebut menarik diri dari lingkungannya.

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s