Tugas Psikolinguistik_Gangguan Berbicara, Gangguan Berbahasa, dan Gangguan Berpikir

Meneliti Gangguan Berbicara, Gangguan Berbahasa, dan Gangguan Berpikir

  1. Gangguan Berbicara

Gangguan berbicara  merupakan gangguan berbicara akibat kelainan pada paru-paru (pulmonal), pada pita suara (laringan), pada lidah (lingual), dan pada rongga mulut dan kerongkongan (resonantal)

Gangguan berbicara akibat faktor lingual yaitu lidah yang sariawan atau terluka akan terasa pedih kalau digerakkan. Contoh:

“ Dani, kenapa seharian kamu tidak pernah muncul di kampus?”

Sambil menggeleng Dani pun menjawab, “Hahi’ a ika’”

(sakitka Cika), itu jawab Dani

  1. Gangguan Berbahasa

Gangguan berbahasa adalah adanya kerusakan pada daerah broca dan wernicke. Kerusakan pada daerah tersebut dan sekitarnya menyebabkan terjadinya gangguan berbahasa yang disebut afasia.

  1. Afasia motorik kortikal adalah hilangnya kemampuan untuk mengutarakan isi pikiran dengan menggunakan perkataan. Contoh

Pada saat rapat, seorang teman saya mau bicara, tapi belum dapat giliran berbicara oleh moderator, dan hal yang ingin dikatakannya pun sudah terkonsep rapi dalam kepalanya, tapi pada saat sudah dapat giliran bicara, semua konsep dalam kepalanya dilupakan

“ya, terima kasih atas kesempatannya, kalau saya menurutku….(sambil berpikir)

Mungkin seperti ini….(masih berpikir) apa di’

Aduh, kulupai.. atau lanjutmi  dulu kepembahasan lain, lupa ka apa mau kubilang”

  1. Gangguan Berpikir

Gangguan berpikir adalah adanya gangguan pada ekspresi verbal manusia. Gangguan ekspresi verbal manimbulkan pikun, sisofrenis, dan depresi.

  1. Pikun adalah penurunan kemampuan mental yang biasanya berkembang secara perlahan  yaitu terjadi gangguan ingatan, pikiran, penilaian, dan kemapuan untuk memusatkan perhatian, dan bias terjadi kemunduran kepribadian. Contoh:

Seorang senior yang menyuruh juniornya mengambil contoh SK kepanitiaan di dalam lemari. Ketika junior tersebut mencari SK tersebut, ternyata tidak ada dalam lemari yang dimaksud oleh juniornya. Junior pun bertanya

“ ka’ dimana itu SK?

Senior pun menjawab “ di dalam lemari ji itu, dek”.

“tidak adaki , kak”. Jawab juniornya

ba, ada ji itu, dek”

Setelah di cari, ternyata SK itu ada di tangan seniornya.

“Serli… (teriak seniornya), ada ji di sini, dek”

Melihat peristiwa di atas, dapat disimpulkan bahwa, si seniornya tersebut sudah mulai pikun, karena Sk tersebut ada di tangannya sendiri.

NARASUMBER

  1. Nama                    : Dani

Alamat                  : BTN Tabaria Blok G12/3

Jurusan                 : Biologi, FMIPA UNM

  1. Nama                    : Fitriansal

Alamat                  : BTP

Jurusan                 : Bahasa dan Sastra Indonesia, FBS UNM

  1. Nama                    : Yuniastuti Serli

Alamat                  : DG Tata 7

Jurusan                 : Sastra Indonesia, FBS UNM

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s