tugas psikolinguistik 5 kasmawati

GANGGUAN BERBICARA, BERBAHASA, DAN BERPIKIR

·         Gangguan Berbicara

Yang Berbicaara merupakan aktivitas motorik yang mengandung modalitas psikis. Mekanisme berbicara adalah suatu proses produksi ucapan oleh kegiatan terpadu dari pita suara, lidah, otot-otot yang membentuk rongga mulut serta kerongkongan, dan paru-paru.

Contoh:                                  

Berbicara Latah

Nama               :           Amal Akbar

Usia                 :           30 tahun

Pekerjaan         :           Dosen di Universitas Pancasakti

Alamat             :           Gowa

Tempat pen.     :           Kampus (samping panggung Bestra)

 

Saya mengambil kesimpulan bahwa saudara Amal Akbar mengalami gangguan psikogenik (berbicara latah), karena pada saat itu ada mobil truk yang mengangkut batu besar dan akan diletakkan di samping panggung Bestra. Saat batu diturunkan sangat cepat serta menimbulkan suara yang besar dan membuat ngilu, secara tidak sadar saudara Amal Akbar kaget dan mengucapkan kata “ba ba ba” secara berulang- ulang.

 

·         Gangguan Berbahasa

Berbahasa berarti berkomunikasi dengan menggunakan suatu bahasa. Untuk dapat berbahasa diperlukan kemampuan mengeluarkan kata-kata. Ini berarti, daerah Broca dan Wernicke harus berfungsi dengan baik.

Contoh:

Afasia Sensorik

Nama               :           orang gila

Usia                 :           50

Tempat pen.     :           depan kampus

 

Saya berpendapat bahwa orang tersebut mengalami gangguan afasia  sensorik karena apa yang dia katakana itu merupakan bahasa baru yang tidak dipahami oleh siapapun. Saat itu, saya berjalan di depan kampus dan melihat seseorang dengan pakaian yang tidak layak pakai sambil membawa karung dan jongkok di dekat jalan raya, saya mendengar dia berkata “way way way bu ca ba cu” sambil menunjuk kea rah orang yang dia lihat dengan ekspresi marah.

 

·         Gangguan Berpikir

 

Setiap orang yang mempunyai kecenderungan untukk menggunakan perkataan-perkataan yang disukainya sehingga corak bahasanya adalh khas bagi dirinya.

 

Contoh:

Pikun (Demensia)

Nama               :           Ibnu Munsir

Usia                 :           20 tahun

Pekerjaan         :           mahasiswa

Alamat             :           BTP

Tempat pen.     :           Kampus UNM Parang Tambung

 

Saya mengatakan bahwa saudara Ibnu Munsir mengalami gangguan berpikir (pikun), karena dia mengalami gangguan fungsi otak. Misalnya pada hari ini, saya memberikan informasi untuk menghadiri rapat besok. Keesokan harinya, pasti dia tidak menghadiri rapat itu. Saya bertanya kepada dia, mengapa kamu tidak menghadiri rapat? Malahan dia bertanya balik, kenapa kamu tidak memberikan informasi  sebelumnya kalau hari ini ada rapat? Ternyata saudara Ibnu Munsir tidak mampu menangkap informasI yang diberikan dalam jangka waktu 24 jam. Dia hanya mampu menangkap informasi pada saat itu.

Tinggalkan Pesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s